10 Trik Agar Sayur & Buah Tidak Cepat Busuk

0

Seruni.id – Untuk memenuhi kebutuhan gizi dalam tubuh setiap hari, kita diharuskan untuk memakan makanan bergizi, setidaknya sesuai dengan pola empat sehat lima sempurna (daging, sayur, buah, karbohidrat dan susu).

Adapun yang akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini adalah buah dan sayur. Buah dan sayur sangat kaya akan kandungan vitamin dan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, dua makanan ini juga dapat mencegah infeksi dan tumbuhnya sel-sel kanker.

Untuk menjaga pencernaan tetap sehat, kita wajib mengonsumsi sayur dan buah setiap hari. Sayur dan buah mengandung segudang nutrisi dan vitamin yang baik bagi tubuh loh Moms.

Sebenarnya sudah banyak yang menyadari pentingnya buah dan sayur. Bahkan banyak yang rajin membeli buah dan sayur untuk dikonsumsi.

Namun di tengah aktivitas yang padat, seringkali kita kekurangan waktu untuk mengonsumsi buah tepat pada waktunya. Kita membiarkan begitu saja buah dan sayur di dalam lemari es atau kulkas. Karena dibiarkan dalam waktu yang cukup lama, akibatnya, buah dan sayuran yang sudah dibeli menumpuk dan membusuk di dalam kulkas.

Memang harus diakui, menyimpan sayur dan buah gampang-gampang susah. Meski nampak sepele, faktanya masih banyak orang yang belum paham bagaimana cara menyimpan sayur dan buah yang baik dan benar.

Berikut ini adalah tips yang merangkum 10 kiat cerdas menyimpan buah dan sayur agar awet dan tak mudah membusuk:

1. Perlakuan untuk Apel dan Pisang

Buah apel dan pisang menghasilkan lebih banyak etilen (hormon tanaman yang mengatur pertumbuhan) dibandingkan dengan buah lainnya. Oleh karena itu keduanya cenderung membuat hampir semua buah yang ada di dekatnya menjadi lebih cepat busuk.

So, letakkan apel dan pisang di tempat yang berbeda dari buah lain ya Moms.

2. Tutup Batang Pisang dengan Bungkus Plastik

Kembali perlakuan untuk pisang. Untuk menjaga kesegaran pisang, jangan masukkan pisang ke dalam lemari es. Jika pisang terlalu dingin, kulitnya akan menjadi berubah warna jadi gelap.

Agar tidak cepat membusuk, sebagai ganti dari menyimpan di dalam kulkas, bungkus ujung batang pisang dengan plastik ini untuk memperlambat proses pembusukan.

3. Jangan Letakkan Tomat di Kulkas dan Plastik

Berbeda seperti pada umumnya yang kita ketahui bahwa menyimpan tomat diletakkan di kulkas, ternyata sebenarnya tomat masuk dalam daftar makanan yang sebaiknya tidak diletakkan dalam kulkas. Tomat yang disimpan pada tempat yang dingin akan kehilangan sedikit rasa.

Disarankan untuk tidak mengonsumsi tomat yang sudah berada di dalam kulkas lebih dari tiga hari ya Moms.

Selain itu tidak menyimpan di dalam kulkas, disarankan juga untuk tidak menyimpan tomat dalam kantung plastik. Lebih baik menyimpan tomat di tempat terbuka agar buah tak matang terlalu cepat.

Kecuali jika tomat yang kamu beli masih berwarna hijau ingin segera dikonsumsi. Kamu bisa mencampur penyimpanan tomat dengan pisang dan buah-buahan lainnya agar cepat matang.

4. Jangan Simpan Bawang dan Kentang bersebelahan

Di dalam masakan jelas nikmat ketika bawang dan kentang bercampur menjadi satu. Namun, keduanya akan lebih cepat busuk jika disimpan bersebelahan atau bersama-sama.

Untuk kondisi tempat penyimpanan, mereka dapat diperlakukan sama. Keduanya perlu disimpan dalam kondisi yang sama yaitu di tempat yang sejuk, kering, berventilasi dan jauh dari cahaya

5. Hindari Menyimpan Kentang dalam Kulkas

Lemari es terlalu dingin untuk kentang. Setiap Kentang memiliki Pati. Pati sendiri merupakan salah satu karbohidrat yang biasanya terkandung dalam kentang, jagung, maupun singkong.

Jika disimpan dengan suhu rendah, maka pati dari kentang tersebut akan berubah menjadi gula. Nah hal itu yang tentunya akan merubah rasa dan nutrisi dari kentang.

6. Jangan Letakkan Semangka Dalam Lemari Es

Moms, ternyata semangka yang disimpan pada suhu ruangan memiliki lebih banyak antioksidan dan nutrisi dibandingkan semangka yang disimpan dalam lemari es. Tetapi jika kamu merupakan pencinta semangka dingin, kamu bisa memotong semangka dan menyimpannya dalam lemari es selama beberapa saat.

7. Simpan Wortel Dalam Beras atau Timbunan Pasir

Beras dan pasir bisa memperpanjang umur sayuran, seperti lobak, wortel, hingga buah bit. Moms cukup lepaskan daun wortel dan kubur wortel dalam kotak berisi pasir atau beras.

8. Bungkus Jamur Menggunakan Kertas Koran

Khusus untuk jamur, sebaiknya menghindari untuk meletakkan jamur dalam tas plastik. Hal ini bisa membuat suhu jamur jadi lembab dan mudah membusuk.

Sebagai gantinya pembungkus untuk jamur, gunakan kertas coklat ataupun kertas koran untuk membungkus jamur. Kertas tersebut akan menyerap kelembaban jamur dan menjaga jamur tetap segar.

9. Bungkus Sayur Menggunakan Tisu

Ternyata ketika ingin menyimpan selada atau bayam di dalam lemari es, bungkus terlebih dahulu sayur tersebut dengan menggunakan tisu. Cara tersebut terbukti akan memperlambat proses pematangan sayur sehingga sayuran bisa segar lebih lama.

10. Olesi Perasan Lemon Pada Alpukat

Seperti yang diketahui, setelah alpukat dipotong, cepat atau lambat warna alpukat akan berubah menjadi kecoklatan. Untuk memperlambat proses tersebut kita bisa menggosokkan bagian dalam Alpukat dengan jus lemon untuk menunda proses oksidasi alpukat.

Setelah itu, letakan saja alpukat ke dalam wadah yang kedap udara dan masukkan dalam lemari es.

 

LEAVE A REPLY