12 Alasan Resign Kerja yang Bijak dan Profesional

0
Resign Kerja

Berhenti kerja menjadi pilihan seorang karyawan ketika ia sudah merasa tidak nyaman di perusahaan tempat dirinya bekerja. Banyak orang yang memiliki alasan khusus untuk berhenti bekerja. Biasanya alasan tersebut karena faktor ketidaknyamanan, dan gaji.

Masih banyak pula alasan lain yang membuat seorang karyawan berhenti bekerja. Padahal mereka ingin mendapatkan pekerjaan baru yang lebih layak dari yang sudah mereka dapatkan hari ini. Mereka ingin mencari pekerjaan yang di yakini memiliki masa depan yang lebih baik.

Alasan Berhenti Kerja

1 Perusahaan Tidak Memberi Jenjang Karier yang Jelas

Ada saatnya perusahaan memberi jenjang karir yang jelas karena ada demikian banyak posisi yang dapat ditempati oleh seseorang karyawan yang sudah lama bekerja serta diangkat jadi pegawai tetap. Akan tetapi ada perusahaan, atau bentuk pekerjaan, yang sesungguhnya memberi tahap karier terang, namun kurun waktu yang amat lama.

Umpamanya, didalam susunan kerja sebuah media cetak, tahap karir cuma sedikit, dari mulai wartawan sampai pemimpin redaksi hanya beberapa langkah saja. Walau sebenarnya jumlah wartawan cukup banyak. untuk kemudian menjadi pemimpin redaksi memanglah diperlukan saat yang amat lama, itupun mesti singkirkan wartawan yang lain. Tidak hanya itu ada pula perusahaan yang tahap kariernya tidak terang. Umpamanya, lantaran miliki rekanan dengan pimpinan, seseorang karyawan yang barusan diangkat udah mempunyai wewenang besar disana sini. Sedang mereka yang bekerja beberapa puluh tahun masihlah saja tempati posisi yang sama.

2. Budaya Kerja Perusahaan yang Tidak Nyaman untuk Diikuti

Budaya kerja ini bukanlah hal yang sepele untuk dipikirkan. Bagaimanapun budaya kerja yang baik bakal membuat kwalitas kerja karyawan yang baik juga. Budaya kerja ini meliputi bagaimana perusahaan memberi sebagian ketentuan kerja untuk karyawannya, bagaimana tipe kepemimpinan yang dikerjakan oleh seseorang atasan pada anak buahnya, sampai bagaimana pihak perusahaan mengkomunikasikan beberapa hal perlu perusahaan pada beberapa karyawannya.

Seluruh hal itu punya pengaruh nyata pada kualitas kerja karyawannya. Umpamanya, seseorang atasan yang berikan motivasi anak buahnya untuk bekerja lebih keras jelas bakal membuahkan kualitas pekerjaan yang tambah baik dari pada seseorang atasan yang cuma dapat memerintah—apalagi dengan sedikit marah. Pasalnya, budaya kerja ini tidaklah di ciptakan oleh seseorang karyawan, tetapi oleh susunan kerja perusahaan tersebut. Jadi apabila ini dipakai sebagai argumen, kemungkinan besar bakal di terima.

3. Gambaran Pekerjaan Tidak Sesuai sama Kontrak atau Kompensasi Gaji

Saat awal masuk bekerja, anda umumnya disuruh untuk menandatangi kontrak. Kontrak itu diisi konsekwensi untuk menaati ketentuan sebagai karyawan perusahaan, serta masalah gambaran pekerjaan anda. Kontrak itu dikerjakan diatas selembar materai, itu artinya pada anda serta perusahaan udah mempunyai hubungan hukum yang pasti.

Walau demikian kerapkali perusahaan membebankan pekerjaan yang melebihi dari apa yang udah disetujui dalam kesepakatan dimuka. Rasa-rasanya jadi tidak permasalahan saat perusahaan lantas memberi kompensasi upah lebih lantaran anda kerjakan hal diluar tanggung jawab anda, namun bagaimana bila jumlah kompensasi itu tidak sepadan dengan saat serta usaha keras yang sudah anda sempatkan karenanya? Jelas saja ini jadi persoalan sendiri yang layak jadikan argumen untuk keluar dari pekerjaan.

4. Merencanakan Mengembangkan Usaha Sendiri

Dapat dapat dikatakan argumen ini yaitu argumen yang ampuh untuk berhenti bekerja dari perusahaan. Tujuannya, ini yaitu argumen yang masihlah etis disampaikan oleh seseorang yang sudah bekerja, jauh tambah baik daripada alasan geser bekerja pada perusahaan lain yang tawarkan upah semakin besar. Tidak hanya lebih etis, alasan ini akan bikin anda masihlah dapat mempunyai jaringan profesional yang baik dengan bebrapa rekanan kerja anda.

Hal yang butuh di perhatikan dari argumen ini ada dua hal. Pertama, apabila perusahaan masihlah amat memerlukan anda, ada peluang mereka bakal memberi tawaran kenaikan upah yang terkadang memanglah kerap menggoyahkan kemauan anda. Kedua, beralih haluan dari karyawan jadi pengusaha yaitu satu tantangan sendiri, budaya kerja yang anda punyai bertahun-tahun jadi karyawan dapat jadi tantangan berat yang perlu anda taklukkan.

5. Akan Melanjutkan Sekolah

Hampir pasti perusahaan tidak bakal menahan-nahan seseorang karyawan yang mengundurkan diri lantaran alasan itu. Kenapa? Pertama, lantaran peroleh pendidikan yaitu hak untuk tiap manusia. Kedua, meneruskan sekolah yaitu bentuk pengembangan kemampuan serta kualitas untuk seorang yang malah dapat digunakan oleh satu perusahaan.

Umumnya perusahaan bakal menerangkan apabila karyawan itu sudah merampungkan sekolahnya, mereka dapat kembali memasukkan lamaran pada perusahaan itu serta meletakkannya pada posisi yang sesuai sama pengalaman serta tahap pendidikannya. Tetapi yang butuh di pastikan dari argumen ini yaitu anda betul-betul mempunyai maksud yang anda raih dengan pilih berhenti bekerja serta meneruskan sekolah. Banyak masalah mengatakan sekolah yaitu pelarian dari pekerjaan yang berat atau menjemukan.

6. Anda serta Keluarga Bakal Pindah Rumah

Banyak yang menyampaikan ini yaitu argumen klasik. Meski klasik, argumen ini umumnya tidak bakal tidak diterima oleh satu perusahaan. Bagaimanapun tempat tempat tinggal, terlebih bila anda udah berkeluarga, bakal amat diperhitungkan untuk bekerja. Bekerja ditempat yang jauh bakal memberi kesusahan sendiri, paling tidak dari sisi saat serta biaya untuk mobilisasi dari tempat tinggal menuju kantor serta demikian sebaliknya.

Mungkin untuk di kota-kota besar seperti Jakarta, rumah yang jauh rasa-rasanya tidak senantiasa jadi permasalahan. Umpamanya kantor di Jakarta, namun tinggal di Depok, Pamulang, serta kota-kota kurang lebih Jakarta. Hal semacam itu tidak jadi permasalahan asal mendapat kompensasi yang besar dari usahanya yang juga besar itu, umpamanya, upah yang memanglah tinggi. Tetapi apabila tidak bisa kompensasi yang semakin besar, umumnya karyawan memanglah pilih mundur.

7. Pindah Profesi yang Lebih Sesuai sama Pendidikan serta Minat

Mungkin argumen ini tidak dapat langsung di terima dengan baik oleh perusahaan lama ataupun perusahaan baru. Hal semacam ini memperlihatkan anda alami kebosanan pada profesi, maupun anda dinilai sudah gegabah untuk memutuskan dari pertama. Akan tetapi, bagaimanapun ini yaitu hak anda sebagai seseorang yang mau meningkatkan diri.

Terlebih bila profesi yang anda ajukan sesudah ini memanglah sesuai sama ketertarikan anda serta latar belakang pendidikan anda. Itu sekurang-kurangnya memberi nilai lebih lantaran anda udah mempunyai pengetahuan mendasar dari profesi baru yang akan anda tekuni. Tantangannya mungkin sama juga dengan poin ke empat, lantaran anda bakal temukan situasi kerja yang tidak sama, beberapa pekerjaan yang tidak sama, dan kenikmatan yang tidak sama saat anda beralih profesi.

8. Mempunyai serta Mengasuh Anak

Alasan ini umumnya dipakai oleh perempuan yang belum lama menikah. Hal ini dapat umumnya dimaklumi oleh satu perusahaan. Bagaimanapun, bekerja dalam keadaan hamil itu udah adalah tantangan sendiri. Terlebih untuk beberapa jenis pekerjaan yang memerlukan kerja lapangan atau tampilan yang baik. Sekarang juga beberapa ibu muda seringkali untuk memberi waktunya spesial pada anaknya mulai sejak masihlah bayi sampai berumur beberapa tahun.

Mereka malas untuk menitipkannnya pada pengasuh bayi lantaran beragam argumen tertentu. Tetapi bukanlah memiliki arti selama-lamanya mereka lantas tidak bekerja. Umumnya ibu muda itu mengundurkan diri untuk beberapa saat sampai anak udah dapat ditinggal ditempat pentitipan, day care, maupun diasuh oleh seseorang pengasuh, lantas mereka mengambil keputusan untuk kembali bekerja.

9. Mencari Tantangan yang Baru

Mungkin ini yaitu argumen yang agak tidak terang. Kenapa? Lantaran tantangan itu yaitu pandangan pada satu pekerjaan, sedang tiap orang dapat mempunyai pandangan yang tidak sama pada suatu hal yang melihat dirinya itu. Ada orang yang ditantang untuk bekerja di lapangan lantaran memerlukan kekuatan fisik yang relatif tambah baik.

Ada pula orang yang ditantang untuk bekerja sepanjang hari di kantor lantaran memerlukan konsentrasi serta mental yang tinggi untuk menghindari diri dari kebosanan.

10. Besaran Upah yang Tidak Sesuai sama Kebutuhan

Upah yaitu permasalahan perlu dari satu pekerjaan, walau tidak senantiasa jadi yang paling utama. Pemilihan besaran upah ini berbagai macam. Dapat bergantung tempat pekerjaan, ketentuan pemerintah, berat kecilnya tanggung jawab seseorang karyawan, lamanya dia bekerja, sampai reputasi dari perusahaan tersebut. Hal yang kerap disebut orang yaitu “kecil atau besar, upah tidak bakal pernah cukup. ” Tetapi bila ada yang menawarkan semakin besar dengan kriteria yang lebih kurang sama, kenapa tidak mengambil kesempatan itu? Minimum ada hal-hal lain yang dapat kita kerjakan dengan pendapatan yang semakin besar, umpamanya, kita lebih leluasa untuk berinvestasi dengan semakin besar pada beberapa produk keuangan.

Itu tadi argumen untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. Amat perlu untuk bikin argumen yang baik, dengan keterangan yang lebih masuk akal serta memperlihatkan kalau anda yaitu seseorang yang mau senantiasa berkembang.

11. Alasan yang Baik

Ini senantiasa jadi sisi paling susah lantaran beberapa calon resigner dihadapkan pada pilihan ingin damai atau ingin jujur. Saya kembalikan pada beberapa calon resigner yang memahami tindak tanduk atasannya. Ada atasan yang terkadang sangat antik bin tidak wise hingga saat kita lapor ingin resign lantaran ada permasalahan personal dengan si Anu, yang terjadi bukannya resign kita di setujui, namun jadi selekasnya manggil si Anu untuk duduk bareng mengulas apa sih permasalahan personal di antara kalian.

Pastikan argumen non konfrontasi, termasuk juga saat argumen kita resign sesungguhnya yaitu lantaran ada permasalahan dengan orang lain. Pilihan-pilihan seperti diminta orang-tua, ikuti suami, atau pengembangan karir yaitu beberapa hal yang dapat diambil. Oh, namun hati-hati dengan pengembangan karir serta income semakin besar, kelak cocok ditawari karir yang semakin bagus serta income semakin besar dari calon employer, situ jadi bingung sendiri.

12. Speak First

Selekasnya atur pertemuan dengan atasan langsung. Dalam soal ini, lantaran saya katakan kalau nyepik diprioritaskan, janganlah serta merta membawa surat resign. Ketemulah dengan atasan sembari mengemukakan maksud serta maksud kita. Jelas saja, kita mesti memerhatikan cuaca si bos. Jelas masing-masing udah tahu prakiraan cuaca bos masing-masing. Cari masa-masa cerahnya.

Bila saya dahulu ceritanya bisa konfirmasi di terima ditempat saat ini itu pada akhir bulan. Nah, kebetulan, esok harinya ada mutasi setempat yang mengakibatkan atasan saya ubah. Sebagai anak buah yang baik, hal pertama yang saya berikan saat di panggil atasan baru di hari pertamanya yaitu “PAK, SAYA MAU RESIGN!“.

Langkah Mengajukan Pengunduran Diri yang Baik

Bicarakan Langsung Dengan Atasan Anda

Pastikan dulu kalau atasan Anda yaitu orang pertama yang tahu tentang gagasan pengunduran diri Anda. Jangan pernah beredar gosip kantor mengenai pengunduran diri Anda, walau sebenarnya Anda belum bicara langsung dengan atasan Anda. Bila hal semacam ini terjadi, bukanlah tidak mungkin saja atasan Anda terasa ‘sakit hati’.

Infokan Pengunduran Diri Anda Dari Jauh Hari

Pengunduran diri mendadak bakal merepotkan beberapa orang. Jadi, berikan saat sekurang-kurangnya 1 bulan pada ketika Anda ajukan surat pengunduran diri sampai hari paling akhir Anda bekerja. Saat itu dibutuhkan untuk transisi pekerjaan pada Anda dengan orang yang bakal menukar Anda.

Tetap Bekerja Sebagus Mungkin

Meskipun udah mengundurkan diri, bukanlah memiliki arti Anda jadi bekerja sembarangan. Tetaplah bekerja sebaik-baiknya. Bila butuh, kerjakan seluruh pekerjaan Anda saat sebelum hari paling akhir Anda, hingga Anda meninggalkan kantor lama Anda dengan kesan positif.

Jagalah Bicara

Mungkin saja Anda mengundurkan diri lantaran ketidakcocokan dengan atasan atau rekanan kerja Anda. Namun, tetap jagalah bicara Anda sampai ketika Anda mengundurkan diri, baik secara langsung ataupun di sosial media.

Menjelek-jelekkan atasan atau rekanan kerja Anda sebagai argumen Anda mengundurkan diri bakal meninggalkan kesan negatif pada diri Anda. Lagi juga, siapa tahu sebuah ketika kelak Anda mesti bekerja bersama lagi dengan atasan atau rekanan kerja Anda itu?

Kembalikan Seluruh Properti Kantor

Sepanjang bekerja, mungkin saja Anda mendapat utang seperti laptop kantor atau properti yang lain. Janganlah lupa untuk kembalikan beberapa barang ini saat sebelum Anda geser ke kantor baru.

Dari mulai kartu asuransi, ID card, laptop, BB, handphone, mobil, motor, serta yang lain mesti dikembalikan. Bila tidak, itu namanya kita maling. Umumnya kantor miliki form serah terima untuk hal sejenis ini. Pastikan dulu semua beres di hari paling akhir kita bekerja.

Nah, masalah pengembalian ini terkadang jadi langkah orang resign diam-diam. Jadi, cukup hanya tinggalkan seluruh sarana kantor itu plus e-mail malam hari atau bahkan juga sebatas selembar kertas, lantas tidak kembali serta bahkan juga ganti nomor handphone, selesailah prosedur resign kabur. Ini sih bebrapa dapat saja, bebrapa sukai kita.

Namun udah tentu tidak akan surat info pernah bekerja. Anak Dirjen mungkin saja tidak butuh hal semacam ini. Cuma saja, pikirkan efeknya pada adik-adik kelas dari almamater. Kerapkali tingkah laku jelek kita dengan kabur ini berimbas pada tertutupnya kesempatan adik kelas masuk ke perusahaan yang saya lantaran almamater udah terkena blacklist. Itu juga satu diantara sisi utamanya resign yang baik.

Cermati Etika Kerja Serta Kontrak Anda

Meskipun udah tidak bekerja di kantor lama Anda, Anda tetap mesti melindungi kerahasiaan perusahaan dan klien Anda. Hal semacam ini semakin harus di perhatikan bila Anda pernah menandatangani non-disclosure agreement.

Pamit

Pamit pada semua rekanan kerja, baik secara langsung ataupun lewat e-mail, memberi kesan yang baik. Terima kasih yang simpel atas peluang Anda untuk bekerja serta pelajari hal baru di kantor Anda juga cukup, kok.

Janganlah Lupakan Klien Anda

Janganlah lupa memberitahukan pada klien atau pihak lain diluar perusahaan yang terkait dengan Anda tentang pengunduran diri Anda. Perkenalkan juga mereka dengan orang yang menukar Anda, untuk meyakinkan transisi pekerjaan yang mulus.

Jagalah Kontak Dengan Atasan Serta Rekanan Kerja

Jagalah networking Anda dengan atasan serta rekanan kerja di kantor lama. Bukanlah tidak mungkin saja networking ini bakal bermanfaat untuk Anda di masa-masa depan.

LEAVE A REPLY