Cara Cerdas dan Bijak Ajari Anak Gunakan Media Sosial

0

Seruni.id – Orangtua saat ini bertumbuh dalam budaya yang sama sekali berbeda dari budaya anak-anak mereka. Teknologi telah secara berkembang pesat mengubah cara kita hidup. Anak saat ini bisa dikatakan adalah anak zaman digital native (generasi digital – Red.) yang tidak memiliki konsep kehidupan pra-internet atau zaman sebelum semua orang aktif di media sosial.

Generasi milenium dan setelahnya hanya tahu bagaimana rasanya dikelilingi oleh dunia yang sangat terhubung melalui koneksi internet, yang penuh dengan aktivitas membagi foto selfie, topik yang sedang tren di Twitter, dan teman-teman di Facebook.

Dunia maya dengan hadirnya gawai canggih, sudah sangat mudah dijangkau oleh siapa saja termasuk anak-anak. Namun, semua pengalaman di dunia itu tidak secara otomatis membuat seseorang mampu menggunakannya secara bijak. Ambil contoh berita heboh ancaman bom di penerbangan yang di-tweet oleh seorang remaja tahun 2015 lalu, yang mengakibatkan satu orang ditangkap.

Ini menggambarkan perbedaan antara pengetahuan dan kebijaksanaan. Remaja (dan banyak orang lainnya) memiliki pengetahuan yang luas tentang media sosial, tetapi sering kurang bijaksana ketika menggunakannya.

Di tengah gencaran media sosial tersebut, para orangtua dituntut cerdas dalam mengajari si kecil menggunakan media sosial. Berikut adalah enam cara orangtua dapat membantu anak-anak mereka agar pengetahuan media sosial mereka terbentuk sampai mereka sendiri menjadi bijaksana.

1. Mulai di Usia yang Tepat.

Setiap anak adalah individu dan karakteristik yang berbeda, tidak ada usia yang tepat untuk mulai menggunakan media sosial. Anda mengenal anak Anda lebih baik daripada orang lain. Anda yang paling tahu kapan mereka sudah siap memasuki dunia media sosial atau belum.

Ingat, menunggu tidak akan merugikan siapa pun, bahkan ketika “semua orang” sudah aktif di media sosial. Menunggu anak anda siap untuk bersosial media.

2. Teliti Semua Aplikasi.

Seperti yang kita ketahui, aplikasi media sosial bisa dirilis setiap minggu. Hal ini mungkin terlihat menakutkan, tetapi sebelum Anda mengizinkan anak-anak Anda untuk mulai menggunakan media sosial, Anda harus tahu aplikasi populer seperti Facebook, Twitter, Instagram, Snapchat, Youtube dan Line.

Lebih dari itu, orang tua perlu mengetahui aplikasi baru seperti Kik, Whisper, Yik Yak, Periscope, dan YouNow. Tidak perlu menguasai semuanya, hanya ketahui apa fungsi aplikasi itu dan apa fitur-fiturnya dari aplikasi-aplikasi tersebut.

3. Batasi Jumlah Platform.

Anda harus tahu apa saja aplikasi-aplikasi yang populer, namun bukan berarti anak-anak Anda perlu memiliki semua aplikasi tersebut di ponsel mereka. Biarkan mereka menghabiskan waktu pada satu aplikasi dan menunjukkan bahwa dirinya bisa dipercaya sebelum menambah aplikasi lainnya.

Sebelum mereka mulai menggunakan platform baru, pastikan Anda mengetahui platform itu dengan baik. Pelajari luar dan dalamnya dan putuskan apakah itu tepat untuk anak Anda. Jika mereka tidak siap untuk satu platform, tunggu sampai mereka siap sebelum Anda memberi mereka izin.

4. Beri Tahu Mereka Perangkapnya.

Ini bukan soal menakut-menakuti anak Anda, ini tentang mengajarkan kebijaksanaan kepada anak-anak Anda dalam segala hal. Mereka perlu tahu ada risiko ketika mereka menggunakan media sosial. Bicaralah dengan mereka tentang hal itu.

Apa yang mereka tulis sebagai remaja akan tetap ada di sana ketika mereka mencari pekerjaan di usia 20-an tahun, dan pada usia 30-an setelah memiliki keluarga. Tidak peduli secanggih apa aplikasi tersebut, selalu ada cara bagi seseorang untuk melihat atau mengambil apa yang seharusnya sudah terhapus.

Sosial media adalah ranah publik, apa yang diposting bisa dibaca atau dilihat banyak orang, seperti bicara di pasar pakai speaker. Masing-masing sosial media ada aturannya, dan karena ranah publik maka ada aturan hukum berlaku. Jelaskan kepada anak untuk menjaga etika dan aturannya.

Sekali posting di sosial media, akan sulit ditarik kembali, hati-hati. Sosial media adalah ‘jejak hidup’ mu, oleh karena itu bangun cerita dengan baik.

5. Pilih Teman di Sosial Media

Ajak anak untuk memilah teman-teman di media sosial miliknya. Lingkungan media sosial bisa turut memengaruhi sikap anak dalam berperilaku terhadap orang lain.

Ingatkan anak untuk pilih-pilih teman di sosial media serta berinterkasi di sosial media sama seperti di dunia nyata, ada orang baik dan ada orang jahat. Selain itu, batasi waktu bermain gadget karena masih banyak aktivitas lain yang penting.

6. Tahu Semua Kata Sandi.

Setiap situs jejaring sosial yang mereka ikuti, Anda harus mengetahui kata sandi apa yang mereka pakai. Hal ini bukan berarti Anda memeriksanya setiap hari, itu hanya berarti bahwa Anda dapat memeriksanya jika diperlukan.

Ini seperti menggunakan sepeda latih untuk membantu mereka belajar naik sepeda sungguhan, Anda menyediakan jaring pengaman di saat mereka belajar untuk menavigasi sesuatu yang sama sekali baru. Berikan koreksi dan dorongan yang diperlukan.

7. Tunjukkan Kemurahan Hati.

Pikirkan kembali ke masa-masa Anda sebagai seorang siswa SMP atau SMA. Hal apa yang akan Anda tulis di media sosial andaikan saat itu media sosial sudah ada? Mudah-mudahan, itu dapat memberi Anda perspektif yang lebih baik ketika Anda melihat remaja Anda mencoba menavigasi media sosial saat ini.

Mereka tidak sempurna di dunia nyata sehingga sadarilah bahwa mereka tidak akan sempurna juga di dunia maya. Ketika mereka tersandung — dan mereka akan tersandung — gunakan saat-saat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan bertumbuh. Ingat, Anda mencoba untuk mendisiplinkan mereka, bukan hanya menghukum.

Masa remaja selalu penuh gejolak dan menambahkan media sosial ke dalam kehidupan yang dinamis tidak membuat segalanya lebih mudah, tetapi Anda dan anak-anak Anda tidak boleh sekadar menerimanya, jadilah berkembang di dalamnya.

LEAVE A REPLY