Ide Unik, Brand Fashion Lokal Ini Usung Kreativitas Desain Untuk Pakaian Dalam

0
gambar via: GNFI

Berbekal tekad yang kuat, beragam hal bisa dijadikan inspirasi untuk mengawali usaha. Hal ini lah yang memicu duo muda dari Jakarta untuk menghasilkan brand lokal fashion khusus pakaian dalam yang kreatif serta inovatif dari Indonesia, CLAD.CO.

Berawal dari ide sesudah lulus kuliah untuk mempunyai usaha sendiri yang tidak mainstream. Raissa Grimonia yang berlatar belakang Komunikasi dari UNPAD, sedangkan Amanda Poernomo yang berlatar belakang DKV dari ITB serta sedang menempuh S2 di Komunikasi UI, memang gemar menggambar. Mereka pada akhirnya memutuskan untuk membuat line fashion yang berbeda dari brand-brand biasanya, yaitu celana dalam yang mengutamakan pada sisi kenyamanan serta keunikan ilustrasi.

Ilustrasi itu menghadirkan motif gusi, bola mata, bibir dengan aneka warna pastel seperti blush pink, sky blue, serta tan. Dilukis dengan tangan memakai metode cat air lalu dicetak dengan tinta yang aman untuk kulit sensitif. Semua didesain serta diproduksi di Indonesia.

desain yang dibuat clad.co. gambar via: clad.co
desain yang dibuat clad.co. gambar via: clad.co

CLAD.CO mencoba menembus pasar yang lebih muda, menarik, serta nyaman digunakan sehari-hari. “Kami merasakan kalau industri pakaian dalam di Indonesia masih dianggap sebagai suatu hal yang tabu serta terlalu dewasa, padahal pakaian dalam yang nyaman serta sehat adalah kebutuhan setiap orang sehari-hari dan bagian dari fashion.” ungkap Raissa, salah satu founder dari CLAD.CO.

Proses pembuatan serta penentuan model terbaik memakan waktu yang lama. Dari mulai membuat pola, hingga mencari penjahit khusus pakaian dalam dengan mesin khusus yang susah didapatnya. Proses riset serta pengembangannya sampai memakan waktu 1 tahun sampai CLAD.CO berhasil dirilis pada 8 Agustus 2016 lalu.

gambar via: GNFI
duo muda yang memulai brand fashion lokal pakaian dalam. gambar via: GNFI

Saat ditanya apa tantangan yang paling berat untuk mengembangkan brand lokal CLAD.CO, Raissa menjawab, “Katanya ide kita aneh-aneh saja, kenapa gak buat clothing line biasa yang jual baju sehari-hari? Celana dalam kan dipakenya di dalam, siapa yang mau lihat? Untuk apa bagus-bagus? Harus hati-hati karena takut ada yang salah pengertian lalu brand kami ditutup. Tapiii… semua hal itu malah bikin kita semakin tertantang untuk buktiin ke orang-orang kalau what we are doing right now is our passion.”

Usaha pakaian dalam sehari-hari masih mempunyai peluang besar untuk brand independen. Selain ide yang unik serta kreatif dari Indonesia, usaha industri kreatif ini punya potensi untuk mengangkat produksi lokal di antara sebagian kompetitor besar dari luar negeri.

Info lebih lanjut: www.clad.co

Sumber: CLAD.CO, GNFI

Baca juga: Wow! Bocah Lima Tahun Ini Ternyata Hafal Semua Nama Negara di Dunia Lho

LEAVE A REPLY