Kepribadian Ganda Dalam Diri Seseorang, Tanda dan Ciri-Cirinya

0
1778
Kepribadian Ganda

Kepribadian ganda memang satu hal yang sering tidak disadari oleh orang sekitar, bahkan oleh si pemilik kepribadian ganda. Mereka menganggap hal yang dilakukannya adalah hal biasa baginya, meskipun sesuatu yang dilakukannya dapat merugikan orang banyak.

Tetapi terkadang seorang yang memiliki kepribadian ganda, sering melakukan hal yang merugikan orang lain. Namun hal itu dianggap biasa oleh si penderita kepribadian ganda. Bahkan terkadang si penderita kepribadian ganda melakukan hal yang diluar nalar.

Masalah kepribadian ganda yaitu keadaan dimana ada dua atau lebih kepribadian yang tidak sama didalam satu badan. Dua sosok ini masing-masing berdiri sendiri. Kekerasan fisik, emosional, atau seksual yang berlangsung dengan cara berkali-kali pada saat usia dini berisiko mengakibatkan kondisi ini.

Kepribadian ganda dikenal dengan sebutan Gangguan Identitas Disosiatif (Dissociative Identity Disorder). Sesungguhnya, beberapa orang pernah mengalami disosiatif ringan, umpamanya melamun atau hilang arah saat tengah kerjakan suatu hal. Tetapi, kepribadian ganda yaitu bentuk dari disosiatif yang telah berat.

Gangguan Identitas Disosiatif (GID), GID yaitu masalah kepribadian dimana seseorang individu mempunyai 2 (dua) atau lebih kepribadian yang tidak sama atau kepribadian pengganti (Nevid, Rathus, & Greene, 2005).

Masing-masing kepribadian itu memiliki karakter serta ingatan yang khusus dalam satu badan seorang. Bahkan juga dalam sebagian masalah, kepribadian pengganti (dimaksud kepribadian alter), bisa tunjukkan rekaman EEG, reaksi alergi, kontrol pupil dan lain-lain yang tidak sama.

Sinyal tanda kepribadian itu umumnya adalah ekspresi dari kepribadian lain (alter ego) yang nampak lantaran pribadi paling utama tidak bisa wujudkan hal yang menginginkan dikerjakannya.

Apa Itu Alter Ego

Dalam bahasa Latin, alter ego memiliki arti “diri kita yang lain”. Alter ego dapat juga disebutkan kalau ada satu orang yang mempunyai pribadi kian lebih satu, atau mempunyai dua atau lebih pribadi sekalian. Terkadang pasien tak tahu kalau ia mempunyai tanda-tanda kepribadian ganda. Kepribadian-kepribadian lain yang ada pada satu badan ini kadang-kadang juga tak sama-sama mengetahui, serta lebih parah lagi kadang-kadang masing-masing pribadi ini sama-sama bertolak belakang sifatnya.

Alter ego makin gampang kuasai badan waktu keadaan Anda tengah alami penurunan. Itu penyebabnya orang yang mempunyai kepribadian ganda gampang terasa penat saat hari berganti, lantaran memanglah waktu perubahan hari tak dilewati oleh satu pribadi yang sama.

Alter ego ini serupa dengan kepribadian normal seorang serta mungkin meningkatkan kepribadian dengan umur, type kelamin, ras yang tidak sama. Alter bakal mempunyai jenis yang unik dalam perilaku seperti jalan, model bicara, aksen, bahkan juga tunjukkan langkah yang tidak sama dalam kenakan pakaian.

Mereka yang cuma dapat bicara dengan bhs lokal keseharian mungkin saja saja bisa mulai bicara dalam bhs asing dengan lancar, satu hal yang mengagumkan. Alter ego ini bukan sekedar mengambil bentuk tingkah laku manusia, namun adakalanya juga berperilaku seperti binatang atau ciri-ciri imajinasi.

Alter ego mengambil kendali atas kepribadian normal orang itu. Pergantian ini mendadak saja bisa berlangsung serta bisa mengambil cuma sebagian detik untuk orang untuk berpindah kembali jadi diri normal mereka. Dalam sebagian masalah, kepribadian alter dapat merubah seorang sepanjang berjam-jam bahkan juga berhari-hari. Stres dadakan dalam lingkungan pasien bisa menyebabkan pergantian ini.

Ciri kepribadian ganda yang dapat Anda rasakan

– Ada aksi yang terkadang Anda tak sadari, dan tingkah laku yang semasing berbeda serta condong berlawanan. Untuk sinyal ini, umumnya orang paling dekat atau keluarga Anda dapat mengerti atau mengeluhkan sikap Anda yang beralih.

– Fisik Anda sakit saat beralih kepribadian, hal semacam ini belum di ketahui tentu argumennya. Namun, peluang bakal dibarengi capek atau sakit kepala yang hebat ketika kepribadian Anda bertukar.

– Anda akan tidak mengingat saat dengan cara terang. Tujuannya Anda tak mengerti saat jalan lantaran tak ingat apa yang tengah Anda kerjakan. Hal semacam ini bisa berlangsung waktu Anda ‘tertidur’ serta ciri-ciri Anda yang lain bakal mengatur badan Anda.

– Anda bakal lupa siapa serta bagaimana diri Anda. Sinyal ini terang menunjukkan kalau Anda tidak paham apa yang sudah berlangsung pada diri Anda. Misalnya, sesudah Anda tersadar, kadang-kadang Anda bakal temukan luka memar, berdarah, atau lecet di bagian-bagian badan tanpa ada di ketahui pemicunya. Kadang-kadang Anda akan lupa posisi dimana saat Anda ada pertama kalinya.

– Amnesia, Anda akan tidak mengerti apa yang berlangsung pada sekitaran Anda.

– Terasa depresi, tak bahagia dengan kondisi diri Anda.

– Mendadak marah tanpa ada argumen yang pasti, peluang alter ego geram dengan kepribadian paling utama lantaran dikira tak dapat merampungkan permasalahan atau mungkin saja demikian sebaliknya. Pribadi awal bakal berontak dengan alter ego yang coba melakukan tindakan negatif atau mengaturnya.

– Anda kerap alami gejolak batin. Kadang-kadang hal semacam ini bikin Anda sulit memutuskan atau condong plin-plan.

– Jadi paranoid untuk beberapa hal yang bahkan juga Anda sendiri tidak paham pemicunya.

– Sekurang-kurangnya ada dua kepribadian yang tidak sama ada pada diri seorang, dimana semasing mempunyai pola yang relatif abadi serta tidak sama dalam mempersepsikan, pikirkan, serta terkait dengan lingkungan dan sendiri.

– Orang dengan GID menghadirkan dua atau lebih kepribadian pada kondisi yang tidak sama. Umpamanya, ada lelaki berumur 30 tahun. Kepribadiannya lemah, tak dapat memutuskan, rapuh, sensitif. Namun dia juga mempunyai kepribadian tidak sama yakni berani, cepat tanggap, tak kenal kompromi, dan sebagainya. Kepribadian kedua itu (alter) bakal nampak sekian kali.

– Dua atau kian lebih kepribadian ini dengan cara berulang mengambil kontrol penuh atas tingkah laku individu itu. Inangnya (kepribadian induk) ditinggalkan. Jadi tingkah laku individu itu seutuhnya ada didalam kendali kepribadian alter.

– Ada kegagalan untuk mengingat kembali informasi pribadi utama yang sangat substansial untuk dikira sebagai lupa umum. Bila lupa umum itu, umpamanya lupa menyimpan kunci mobil dimana, lupa pengalaman saat kecil saat usia 5 tahun (saat ini usia 30 tahun), lupa minum obat (jadi dobel dosis), dan sebagainya.

– Masalah bukanlah dikarenakan oleh bebrapa dampak fisiologis atau keadaan medis pada umumnya. Tujuannya masalah itu bukanlah lantaran penyakit fisik.

Tanda-Tanda Gangguan Kepribadian Ganda

Masing-masing dari dua atau lebih kepribadian pada gangguan kepribadian ganda memiliki identitas berbeda satu sama lain. Setiap kepribadian berbeda dalam hal pola pikir, cara berbicara, perilaku, jenis kelamin, usia, dan ras. Masing-masing kepribadian dapat memegang kendali penuh atas tubuh si penderita secara bergantian.

Perempuan dianggap lebih berisiko mengalami gangguan kepribadian ganda. Terbukti dari hasil penelitian yang menyatakan bahwa jumlah pasien penyakit ini, antara laki-laki dan perempuan adalah 1:9. Penelitian mengenai hal ini masih berlanjut.

Gangguan kepribadian ganda sering disama-artikan dengan skizofrenia, padahal kedua gangguan ini jauh berbeda. Skizofrenia adalah gangguan mental yang salah satu gejala utamanya sering berhalusinasi, yaitu melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata. Orang dengan skizofrenia tidak mengalami kepribadian ganda.

Tanda-tanda lain pada gangguan kepribadian ganda adalah:

– Sering berada di suatu tempat, tapi tidak ingat alasan dia berada di tempat itu.

– Mengalami penyimpangan ingatan. Penderita sering lupa tanggal penting dalam hidupnya, seperti tanggal lahir, tanggal kelahiran anak, atau tanggal Sifat lupa ini dinilai jauh lebih parah dibandingkan sifat lupa yang normal.

– Bertemu dengan orang asing yang menyatakan pernah bertemu penderita sebagai orang lain

– Mendengar suara-suara asing di dalam kepala.

– Individu yang satu dapat melihat kehidupan individu lainnya, selayaknya orang yang sedang menonton kehidupan orang lain.

– Dipanggil oleh orang lain dengan nama yang berbeda.

– Depresi.

– Sering dilanda rasa panik, cemas berlebihan, perubahan suasana hati, dan mengalami gangguan tidur (insomnia).

– Adanya kecenderungan untuk bunuh diri.

– Sering merasa sedih, marah, dan merasa tidak berharga.

– Perlu diketahui bahwa sejauh ini belum ada pemeriksaan yang akurat untuk memastikan apakah seseorang mengalami gangguan kepribadian ganda atau tidak. Sebagian ahli bahkan menganggap bahwa gangguan kepribadian ganda itu tidak ada. Ada juga yang menganggap bahwa kepribadian ganda adalah mitos berdasarkan budaya.

– Orang dengan kepribadian ganda mungkin akan kesulitan dalam menjaga hubungan dengan orang-orang di sekitarnya, dapat menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain, atau menyalahgunakan obat-obatan.

– Terapi yang akan dijalani oleh penderita akan berfokus agar penderita nyaman berhubungan dengan orang lain dan mencegah penderita melakukan hal-hal berbahaya.

Seseorang yang memiliki kepribadian ganda tidak hanya menyakiti diri sendiri, tapi tanpa dia sadari kemungkinan besar dia bisa menyakiti orang sekitarnya. Kemungkinan ini bisa terjadi saat dia beranggapan orang sekitar mencoba menyakitinya, sehingga terjadinya perubahan kepribadian.

Hal inilah yang menyebabkan seorang berkepribadian ganda sulit untuk bersosialisasi dan sulit untuk menjaga hubungan baik dengan orang lain. Perlu disadari bahwa seseorang yang berpribadian ganda bukan hanya membutuhkan terapi, dia juga membutuhkan seseorang yang dapat memahaminya. Sahabat yang meluangkan waktu dan mencoba memahaminya merupakan motivasi dan obat yang membuat penderita gangguan kepribadian ini bisa sembuh.

Pengobatan gangguan kepribadian ganda

Obat yang paling banyak digunakan untuk pengobatan adalah psikoterapi. Terapi ini bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan antara pasien dan dirinya sendiri, intinya meningkatkan rasa percaya diri. Psikoterapi mengatasi masalah emosional yang berbeda dari pasien dan mengatasi gangguan identitas disosiatif. Dalam beberapa kasus, hipnosis adalah modus pengobatan untuk gangguan kepribadian ganda. Beberapa orang mungkin memerlukan rawat inap untuk jangka waktu singkat. Rata-rata pengobatan untuk gangguan kepribadian ganda dapat berlangsung hingga 4 tahun.

Alter ego tertidur dalam pikiran bawah sadar penderita tanpa batas. Jika mereka mendapatkan pengobatan yang tepat, mereka akan dapat kembali kepada kehidupan yang normal.

Penderita kepribadian ganda bisa kembali normal, dengan melakukan penyembuhan dengan cara terapi. Ada tiga jenis terapi yang biasa dilakukan pada orang berkepribadian ganda:

Pendekatan Psikodinamik

Pendekatan ini dikerjakan dengan mengkaji trauma yang dihadapi pasien. Pasien mesti diajak kerja sama menggali masa lalunya, lalu ia diajari menerima masa lalu itu untuk selanjutnya ia berupaya mencari alternatif untuk menghadapi permasalahan. Terapis bakal menolong pasien untuk menghidupkan kembali pengalaman traumatik pasien. Setelah itu terapis bakal menolong supaya pasien menerima saat lalunya itu serta berupaya melepas diri dari ketakutan pada bayang-bayang masa lalu yang menyakitkan.

Pendekatan Biologis

Adalah pendekatan yang terlalu fokus pada obat-obatan. Sekarang ini memanglah belum ada obat kimia yang dapat mengobati seorang dengan kepribadian ganda. Tetapi ada obat-obatan yang sifatnya dapat menolong pasien untuk mengurangi rasa depresi dalam dirinya.

Pendekatan Perilaku

Pendekatan ini mengaplikasikan sistem penguatan tingkah laku dengan cara selektif. Seorang yang mempunyai dua kepribadian bakal dibantu oleh terapis supaya ia dapat selektif menguatkan pribadinya. Cuma saja, pendekatan ini dikira tak efisien lantaran sebagian pasien kepribadian ganda dapat susah terima selektif kepribadian untuk setelah itu menyesuaikan dengan tingkah laku itu.

Beragam hal tentang kepribadian ganda sudah diterangkan diatas. Analisis tentang kepribadian ganda memanglah masihlah terbatas, bahkan juga terdapat banyak pakar yang menyebutkan kalau kepribadian ganda hanya mitos. Tetapi, bila kepribadian ganda memanglah benar ada, jadi mesti diakukan dengan cara serta pendekatan yang pas supaya tak menyebabkan dampak negatif untuk si pasien ataupun lingkungannya.

loading...

LEAVE A REPLY