Perempuan Rentan Mengalami Masalah Mental, Berikut 5 Contohnya …

0

Seruni – Persoalan mental memang bisa dialmi pada siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Tapi, ada masalah mental yang risiko menyerang perempuan lebih besar daripada laki-laki. Hal ini ada kaitannya dengan pengaruh hormon dan lingkungan sosial. Perempuan yang mengalami pelecehan dan kekerasan seperti KDRT meningkatkan risiko perempuan mengalami masalah mental. Pencetusnya bisa bermacam-macam, seperti perubahan karier, perceraian yang buruk dan kecelakaan selalu menjadi pencetus dari lima masalah mental ini:

Depresi

Related image
youthmanual.com

Gejalanya adalah sedih yang berkepanjangan, terkadang tidak tahu penyebab kesedihannya, sulit tidur dan tidak nafsu makan serta pesimis dan gampang putus asa.

Terapi: Mengonsumsi obat antidepresan bisa meringankan gejala depresI. Sama efektinya, penelitian baru, depresi juga bisa diatasi dengan terapi perilaku kognitif (Cognitif Behavioiral Therapy), suatu bentu terapi bicara yang menantang pikiran negatif.

Gelisah

Related image
merdeka.com

Gejalanya adalah pikiran yang saling berkejaran, khawatir berlebihan dan cemas.

Terapi: Cognitif Behavioral Therapy atau terapi perilaku kognitif bisa membantu pasien untuk mengganti pikiran “saya harus sempurna” menjadi lebih realistis misalnya “kesalahan bukanlah akhir dunia.” Obat antidepresan juga membantu meringankan gejala dalam waktu 12 minggu.

Serangan Panik

Image result for serangan panik
dokter.id

Gejalanya bisa terjadi berulang, didahului dengan episode kecemasan dan ketakutan disertai dengan jantung berdebar kencang, denyut nadi cepat atau telapak tangan berkeringat.

Terapi: Untuk meringankan gejala panik, Anda bisa mencoba terapi pernapasan perut yang memberi efek menenangkan. Bila gejalanya cukup parah, Anda bisa a berkonsultasi pada psikiater. Biasanya psikiater akan meresepkan obat syaraf yang memberi dampak menenangkan.

Stres Pasca Trauma

Image result for Trauma
uwm.edu

Gejalanya pikiran Anda kerap dihantui kenangan masa lalu, selalu bermimpi buruk dan muncul kecemasan yang berlebihan. Trauma ini bisa saja sesuatu yang sangat menyakitkan atau menyedihkan di masa lalu, entah itu pengalaman kekerasan, kecelakaan, kehilangan seseorang yang Anda cintai, atau lainnya.

Terapi: Anda tidak bisa melewati stres ini sendiri. Anda membutuhkan pertolongan psikolog atau psikiater. Anda akan diberikan terapi pemaparan, di mana terapi akan membawa kenangan Anda kepada kejadian yang membuat Anda trauma kemudian didorong untuk melemahkan ingatan emosional tersebut.

Gangguan Kepribadian

Related image
naxio.com.ar

Gejalanya biasanya ditunjukkan dengan reaksi emosional yang ekstrem dan perilaku merusak diri sendiri. Biasanya stres pascatrauma ini penyebab terbesarnya adalah pengalaman di masa kecil, terutama pelecehan seksual.

Terapi: CBT atau terapi perilaku kognitif dengan mengajarkan cara melampiaskan perasaan untuk reaksi yang berbahaya seperti memukul bantal dengan tongkat baseball.

LEAVE A REPLY