Apa yang Harus Dilakukan Saat Pasien Kritis Menolak untuk Makan?

0

Seruni – Makanan dan minuman menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menambah asupan energi dan membantu kita tetap sehat secara keseluruhan. Tapi saat menjelang kematian, kebutuhan nutrisi ini berubah. Tubuh cenderung membutuhkan lebih sedikit kalori sehingga menyebabkan nafsu makan berkurang. Lantas, bagaimana menghadapi perubahan ini? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini.

Perubahan Pola Makan pada Pasien Menjelang Ajalnya

Related image
zoomerradio.ca

Menerima orang terdekat telah mendekati ajal karena penyakit atau kondisi kesehatan tertentu pasti tidak mudah. Terlebih apabila mereka tidak mau makan. Hal ini pasti sangat menyedihkan dan membuat jadi merasa cemas. Anda mungkin merasa hal tersebut akan membuat mereka kelaparan, tidak bertenaga, atau justru membuatnya semakin sakit.

Tapi ingat, hilangnya nafsu makan dan minum ini merupakan cara alami bagi tubuh untuk melindungi diri agar terhindar dari segala sesuatu yang nantinya akan membuat tidak nyaman. Makanan yang mungkin mempercepat proses penyembuhannya dulu, bisa saja justru menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit jika dikonsumsi saat-saat menjelang kematian.

Seiring dengan sistem tubuh yang mulai melambat, kebutuhan kalori pun akan semakin sedikit. Orang yang sudah mendekati ajal merasakan haus dan lapar dengan cara berbeda dibandingkan dengan orang yang sehat. Makanan dan minuman tidak lagi membawa kesenangan dan menambah asupan energinya. Memaksa mereka untuk makan dan minum justru bisa menyebabkan gejala yang tidak nyaman seperti kembung, mual, muntah, diare, konstipasi, bahkan edema.

Itu sebabnya, jangan pernah memaksakan orang yang sudah mendekati kematian untuk makan dan minum. Pasalnya, tubuh manusia menjelang ajal secara alami akan memberi tahu kita apa yang mereka butuhkan dan kapan mereka membutuhkan hal tersebut. Biarkan mereka menentukan makanan atau minuman apa yang mereka inginkan, seberapa banyak porsinya, dan seberapa sering mereka ingin mengonsumsi makanan atau minuman tersebut.

Membantu Orang Terdekat Mempersiapkan Kematian

Related image
huffingtonpost.com

Membantu orang terdekat mempersiapkan kematian memang menjadi tantangan terberat yang harus Anda hadapi. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantunya menghadapi kematian agar bisa berpulang dengan penuh kedamaian, di antaranya:

  • Selalu hadir di sisinya. Kehadiran Anda dan orang-orang terdekat untuk menemani mereka yang sudah mendekati ajal merupakan obat terbaik baginya saat ini. Pasalnya, depresi dan rasa kesepian sangat mudah menyerang orang yang dilanda sakit keras.
  • Jangan bosan mendengarkan keluh kesahnya. Pada dasarnya pasien hanya butuh telinga untuk mencurahkan segala keluh kesah yang mereka rasakan terkait kondisinya. Itu sebabnya, jangan bosan untuk mendengarkan segala curhatannya dengan ikhlas.
  • Mengungkapkan rasa cinta, terima kasih, dan maaf. Jangan lupa, sempatkan diri Anda, keluarga, dan orang terdekat lainnya untuk mengungkapkan rasa cinta, terima kasih, dan permohonan maaf kepadanya. Hal ini akan memberikan suntikan semangat dan keberanian bagi pasien untuk mempersiapkan kematiannya.

Sebagai orang terdekat, penting untuk mengajak pasien berdiskusi sejak awal terkait apa yang mereka inginkan, mulai dari tahap diagnosis dan pengobatan. Komunikasi yang terbuka antara pasien, keluarga, dan tim kesehatan dapat membantu pasien membuat keputusan yang terbaik terkait kondisinya dan persiapannya menjelang kematian.

LEAVE A REPLY