Jangan Lakukan 6 Hal ini Jika Tak Ingin Pernikahan Anda Hancur Perlahan!

0

Seruni – Jika selama ini Anda menganggap bahwa selingkuh atau berbohong saja yang bisa menghancurkan pernikahan, Anda tidak sepenuhnya benar. Hal-hal sepele pun bisa menghancurkan rumah tangga Anda dan memunculkan perasaan bersalah.

Terapis pernikahan menggarisbawahi enam perilaku yang secara perlahan bisa membuat pernikahan Anda berantakan.

Menjauh atau Bahkan Meninggalkan Teman-teman

Menghabiskan waktu bersama pasangan memang baik, tapi jangan mengorbankan pertemanan Anda. Meski sudah menikah, Anda tetap perlu mempunyai hubungan sosial yang baik dengan teman-teman. Sesekali hangout bersama teman-teman, sangat baik untuk pernikahan Anda. Begitu kata Ryan Howes, psikolog di Pasadena, California, Amerika Serikat.

Related image
lirikcintadankehidupan.blogspot.co.id

“Sangat penting bagi Anda berdua untuk membangun dan mempertahankan persahabatan dengan orang lain,” katanya. “Melalui teman, Anda bisa mendapatkan pengalaman, perspektif dan dukungan lain yang benar-benar dapat meningkatkan hubungan Anda. Dengan kata lain, Anda harus memiliki orang kepercayaan di luar hubungan,” katanya.

Meremehkan Kebutuhkan Seksual Anda

Jika Anda jarang berhubungan intim atau saling menyentuh, atau Anda telah mencapai titik di mana Anda hanya memiliki acara istimewa seks pada momen-momen tertentu saja, itu sudah berarti lampu kuning.

Image result for berantem sama pasangan
hipwee.com

Anda memang tidak harus berhubungan intim setiap hari, tapi beberapa jenis pengakuan seksual atau erotis sehari-hari penting dalam hubungan, kata Debra Campbell, seorang psikolog dan terapis pasangan di Melbourne, Australia. Sekadar sentuhan atau candaan seksi bisa membangkitkan gairah Anda dan pasangan. Dalam hubungan jangka panjang, kata Campbell, Anda dan pasangan perlu saling mengingatkan bahwa Anda berdua masih saling menginginkan, tidak ada orang lain dalam kehidupan Anda berdua.

Teman yang Membawa Pengaruh Buruk

Boleh saja memiliki teman, tapi pastikan teman Anda tidak membawa pengaruh buruk terhadap pernikahan. Begitu kata Laura Heck, terapis pernikahan di Amerika Serikat. Disadari atau tidak, apa yang teman Anda lakukan, memberikan pengaruh pada kehidupan pernikahan Anda.

Image result for pengaruh buruk
vemale.com

Secara pribadi, apakah teman Anda sering mengeluh atau merasa frustrasi dengan pasangan mereka? Apakah teman Anda mempunyai selingkuhan di belakang pasangannya? Hubungan yang buruk dan perilaku teman yang negatif adalah racun yang tanpa Anda sadari bisa mengubah kebiasaan Anda. Kelilingi diri Anda dengan teman-teman yang memiliki kehidupan pernikahan yang sehat, dan teman-teman yang positif agar mindset Anda tentang pernikahan juga menjadi sehat.

Tidak Membantu Pekerjaan Rumah Tangga

Pekerjaan rumah tangga perlu dilakukan secara bersama-sama. Sebuah studi pada tahun 2015 menemukan bahwa pasangan yang tidak membagi pekerjaan rumah tangga memiliki kepuasan hubungan seks yang lebih rendah dibandingkan dengan pasangan yang membuat pembagian pekerjaan rumah tangga.

Image result for pasangan gak bantu pekerjaan rumah tangga
kantorpengacara.co

Menurut Howes, pertanyaan tentang siapa yang merapikan rumah bukan masalah besar pada awal hubungan namun ini cenderung menjadi pokok pertengkaran di kemudian hari. Anda merasa lelah karena pasangan tidak mau tahu urusan pekerjaan rumah tangga.

Anda Tidak ‘Berkomunikasi’ dengan Pasangan

Komunikasi pada pasangan tidak sekadar menanyakan kabar, apakah dia sudah makan atau belum, kapan pulang, dan sebagainya. Anda perlu memberikan pertanyaan yang lebih dalam dan lebih terbuka, seperti

“Apa yang bisa kita lakukan sebagai pasangan hari ini?”
“Apa yang bisa saya lakukan untuk kamu?“
Apa yang bisa membuat kamu makin cinta dan merasa terkoneksi dengan saya?”

Related image
theodysseyonline.com

Pada awalnya, Anda mungkin akan terasa canggung, tapi seiring waktu Anda akan melihat hasilnya, kata Liz Higgins, terapis hubungan dari Dallas, Amerika Serikat.

Hanya Merasa Seperti Teman Sekamar

Sindrom teman sekamar adalah pembunuh diam-diam dalam sebuah hubungan pernikahan. Ketika Anda merasa status Anda hanya sebagai teman sekamar, Anda merasa kehidupan Anda paralel, terkoneksi hanya pada urusan berbagi ruangan di rumah, rekening dan anak-anak.

Image result for teman sekamar
bali.tribunnews.com

Ketika Anda jatuh pada kehidupan pernikahan seperti ini, Anda harus berusaha memutus kegiatan-kegiatan rutin dan mengembalikan gairah pada hubungan Anda. Heck merekomendasikan pasangan menghabiskan waktu bersama dengan membuat project sebagai sebuah tim.

“Dibutuhkan sesuatu yang bisa membuat Anda dan pasanga berenergi dan menikmati kebersamaan,” kataya. Carilah project bersama seperti mendadani rumah, backpacker berdua ke tempat-tempat yang Anda dan pasangan sukai dan dan sebagainya.

LEAVE A REPLY