Postingan Pertama Ririn Ekawati Setelah Sang Suami Meninggal ini Menyayat Hati Netizen: ‘Aku Sayang Sekali Sama Kamu, Tapi …’

0
272

Seruni – “Aku sayang sekali sama kamu, Tapi Allah lebih sayang sama kamu…” Sepenggal kalimat itu ditulis aktris Ririn Ekawati di laman Instagrampribadinya di hari ketiga kepergian suaminya, Ferry Wijaya.

Setelah air mata yang lebih banyak keluar, kini ia mencurahkan isi hati terdalamnya tentang kepergian Ferry. Tak mengumbar kesedihan secara berlebihan, ia justru menuliskan perjuangannya bersama sang suami yang mengidap Leukimia.

Kepergian Ririn menuju Tanah Suci pun merupakan bentuk ‘perjuangan’ mereka untuk mendoakan kesembuhan sang suami. Usai melakukan umrah, Ririn dan almarhum Ferry berencana melakukan pengobatan untuk mengupayakan kesembuhan.

Namun rencana hanya tinggal rencana, Ririn harus menelan pil pahit atas kepergian suaminya. Meski mengaku saat ini masih hancur dan bingung atas semua yang terjadi, Ririn mengaku ikhlas atas kepergian sang suami.

#1 Entah mulai dari mana… jujur perasaanku saat ini masih hancur dan bingung… semua yg terjadi Terlalu cepat.. kita Ber2 berjanji Tidak akan membuat orang di sekitar kita susah atau sedih dengan keadaan fery akhir2 ini.. hanya keluarga dekat dan sahabat deket yg tau apa sakitnya fery. Berusaha menutupi semuanya karna aku dan fery ingin memperlihatkan semua yg baik2 dan seneng2 saja, agar yg melihat juga ikut seneng. biarlah sakit dan sedih hanya kita ber2 yg tau, di saat pintu kamar rumah sakit tertutup dan tamu mulai pulang. nangis,pelukan berdua di saat lampu kamar rumah sakit padam. saling bicara dari hati ke hati. terkadang juga cerita2 lucu agar dia gak terlalu stress dengan keadaanya. Selama ini kita berusaha untuk kesembuhan fery dan ga putus putus untuk berdoa. hingga di satu titik aku merasa , kita harus lebih khusyu berdoa Dan akhirnya memutuskan untuk pergi umroh. tapi fery saat itu bilang dia tidak mau pergi dengan alasan kalau sampai sakit di sana dia tidak mau ngerepotin banyak orang yg sedang ibadah. Akhirnya aku lah yg pergi bersama mamah dengan tujuan untuk mendoakan kesembuhan fery. sampai beberapa kali aku mengurungkan niatku untuk pergi, tapi fery tetep mau aku pergi untuk mendoakannya. Bismillah berangkatlah aku dengan di antarnya ke Airport sebelum dia berangkat untuk chemo. Banyak sekali Rencana pengobatan yg ingin kita lakukan setelah ku balik dari Umroh. Selama Sakit aku selalu berusaha ada di sampingnya (tak perlu menceritakan apa saja yg aku lakukan untuk suamiku, karna aku ikhlas dan itu kewajibanku sebagai istri) , ini untuk pertama kalinya aku pergi jauh dan cukup lama dan itu tujuannya bener2 hanya untuk mendoakan kesembuhan fery. hhhmmmm Ternyata Allah punya rencana yg beda buat kita ber2. aku akan jaga janji kita , salah satunya selalu menyebar sesuatu yg bikin orang lain seneng melihat apa pun yg terjadi dengan aku, kita dan keluarga. akan ku simpan selalu di hati kenangan2 Manis kita ber2 kmu sudah menepati janjimu sayang… Aku sayang sekali sama kmu, Tapi Allah lebih sayang sama Kmu… Allah gak mau kmu merasakan sakit lebih lama.. percayalah di berikan sakit karna Allah akan menghapus segala dosa dan salah..

A post shared by Ririn Ekawati (@ririnekawati) on

“#1
Entah mulai dari mana…
jujur perasaanku saat ini masih hancur dan bingung…
semua yg terjadi Terlalu cepat..

kita Ber2 berjanji Tidak akan membuat orang di sekitar kita susah atau sedih dengan keadaan fery akhir2 ini..
hanya keluarga dekat dan sahabat deket yg tau apa sakitnya fery.

Berusaha menutupi semuanya karna aku dan fery ingin memperlihatkan semua yg baik2 dan seneng2 saja.. agar yg melihat juga ikut seneng.

biarlah sakit dan sedih hanya kita ber2 yg tau di saat pintu kamar rumah sakit tertutup dan tamu mulai pulang.. nangis , pelukan berdua di saat lampu kamar rumah sakit padam.. saling bicara dari hati2 ke hati. terkadang juga cerita2 lucu agar dia gak terlalu stress dengan keadaanya..

Selama ini kita berusaha untuk kesembuhan fery dan ga putus putus untuk berdoa… hingga di satu titik aku merasa , kita harus lebih khusyu BerDoa.. Dan akhirnya memutuskan untuk pergi umroh.. tapi fery saat itu bilang dia tidak mau pergi dengan alasan tidak mau ngerepotin banyak orang di saat ibadah..

Akhirnya aku lah yg pergi bersama mamah dengan tujuan untuk mendoakan kesembuhan fery.

sampai beberapa kali aku mengurungkan niatku untuk pergi, tapi fery tetep mau aku pergi untuk mendoakannya..

Bismillah.. berangkatlah aku dengan di antarnya ke Airport sebelum dia berangkat untuk chemo.. Banyak sekali Rencana pengobatan yg ingin kita lakukan setelah ku balik dari Umroh.

Selama Sakit aku selalu berusaha ada di sampingnya ( tak perlu menceritakan apa saja yg aku lakukan untuk suamiku, karna aku ikhlas dan itu kewajibanku sebagai istri) , ini untuk pertama kalinya aku pergi jauh dan cukup lama dan itu tujuannya bener2 hanya untuk mendoakan kesembuhan fery.

hhhmmmm Ternyata Allah punya rencana yg beda buat kita ber2.
aku akan jaga janji kita , salah satunya selalu menebar sesuatu yg bikin orang lain seneng melihat apa pun yg terjadi dengan aku, kita dan keluarga.

akan ku simpan selalu di hati kenangan2 Manis kita ber2. kmu sudah menepati janjimu sayang… Aku sayang sekali sama kmu, Tapi Allah lebih sayang sama Kmu…
Allah gak mau kmu merasakan sakit lebih lama.. percayalah di berikan sakit karna Allah akan menghapus segala dosa dan salah..”

Ferry Wijaya mengembuskan napas dalam perjalanannya menuju rumah sakit pada Minggu (11/6/2017). Hal itu pertama kali diketahui dari Manajer Jupe, Mario Markoneng melalui laman Instagram pribadinya.

“Innalilahi waina ilaihi rojiun.. telah berpulang @fery_wijaya88 suami dari @ririnekawati telah meninggal dunia tgl 11 juni 2017 pada pukul 00:15 wib (emoji menangis) istirahat yang tenang ya ko.. semoga mendapatkan tempat yg terbaik di sisi Allah SWT & khusnul khotimah (emoji berdoa),” tulisnya dalam keterangan foto.

Saat itu, Ririn sempat pasrah jika memang tak bisa menemui sang suami untuk terakhir kali. Beruntung, Allah masih mempertemukannya dengan almarhum Ferry sebelum dikuburkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Minggu (11/6/2017). Pelukan Ririn untuk sang suami saat itu adalah pelukan terakhir, tetapi kenangan dan cintanya untuk Ferry tak akan berakhir.

loading...

LEAVE A REPLY