Hal-Hal Yang Harus Anda Ketahui Mengenai Virus Zika

0
gambar via: Serba Online

Pernah mendengar tentang virus Zika yang baru-baru ini sedang banyak dibicarakan di berbagai media? Virus yang terbilang berbahaya ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, namun baru-baru ini banyak menyebar ke beberapa negara, bahkan pernah di temukan di Indonesia lho. Sebenarnya apa itu virus Zika? Datang dari manakah virus berbahaya tersebut? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Virus Zika

gambar via: Digg
infeksi virus zika dapat terjadi lewat perantara gigitan nyamuk aedes aegypti. virus zika yang sudah menginfeksi manusia bisa menyebabkan gejala-gejala seperti demam, nyeri sendi, konjungtivitis, serta ruam. beberapa gejala penyakit zika bisa mirip tanda-tanda penyait dengeu serta chikungunya, dan bisa berjalan beberapa hari sampai satu minggu. gambar via: Digg

Infeksi virus Zika dapat terjadi lewat perantara gigitan nyamuk Aedes, terlebih spesies Aedes aegypti. Penyakit yang disebabkannya diberi nama sebagai Zika, penyakit Zika (Zika disease) maupun demam Zika (Zika fever).

Virus Zika yang sudah menginfeksi manusia bisa menyebabkan gejala-gejala seperti demam, nyeri sendi, konjungtivitis (mata merah), serta ruam. Beberapa gejala penyakit Zika bisa mirip tanda-tanda penyakit dengue serta chikungunya, dan bisa berjalan beberapa hari sampai satu minggu.

Virus Zika pertama ditemukan pada seekor monyet resus di hutan Zika, Uganda, pada tahun 1947. Virus Zika lalu ditemukan kembali pada nyamuk spesies Aedes Africanus di hutan yang sama pada tahun 1948 serta pada manusia di Nigeria pada tahun 1954. Virus Zika jadi penyakit endemis serta mulai menyebar ke luar Afrika serta Asia pada tahun 2007 di wilayah Pasifik Selatan. Pada Mei 2015, virus ini kembali merebak di Brazil. Penyebaran virus ini terus berlangsung pada Januari 2016 di Amerika Utara, Amerika Selatan, Karibia, Afrika, serta Samoa (Oceania). Di Indonesia sendiri, pernah ditemukan virus Zika di Jambi pada tahun 2015.

Dr. Herawati Sudoyo Ph. D, Deputi Direktur Eikjman Institute menyampaikan, pihaknya menemukan virus ini ketikaterjadi wabah demam dengue (demam berdarah) di Jambi pada Desember 2014-April 2015. Oleh sekelompok peneliti dari University of Bahia, Brasil, nyamuk pembawa virus ini diidentifikasi sebagai nyamuk aedes aegypt serta aedes albopictus.

Menariknya, sebuah laporan riset di tahun 2003 oleh J. G. Olson, T. G. Ksiazek, Suhandiman, serta Triwibowo mengatakan kalau virus Zika sudah masuk Indonesia sejak 1977-1978. Waktu itu peneliti menemukan ada 30 pasien di RS Tegalyoso, Klaten, Jawa Tengah, yang menunjukkan tanda-tanda tertular virus zika.

Sementara laporan lain mengatakan, seorang turis wanita 52 tahun asal Australia tertular virus ini waktu bertandang ke Jakarta, Indonesia tahun 2013.

Sementara untuk penyebaran di Samudra Pasifik sendiri, pada tahun 2014 virus ini menyebar ke bagian timur melewati Samudra Pasifik sampai ke bagian Polinesia Perancis, lalu masuk ke Pulau Paskah di tahun 2015.

Pada awal tahun 2016 lalu, Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, mengeluarkan panduan perjalanan untuk negara-negara terjangkit wabah ini, termasuk juga mengeluarkan panduan pencegahan yang dipertingkatkan serta pertimbangan untuk menunda kehamilan bagi seorang perempuan. Hal yangsama juga bahkan dilakukan oleh beberapa negara latin seperti Ekuador, Kolumbia serta daerah sekitarnya yang memberi himbauan untuk masyarakat perempuannya agar menunda kehamilan hingga resiko mengenai virus itu dapat diketahui langkah penangannnya.

Penyebab Virus Zika

gambar via: www.latimes.com
penyebab penyakit zika ataupun demam zika yaitu virus zika. virus zika termasuk dalam garis virus flavivirus yang berasal dari keluarga yang sama seperti virus penyebab penyakit dengue atau demam berdarah. virus zika disebarkan oleh nyamuk aedes yang terinfeksi sesudah menggigit penderita yang sudah mempunyai virus tersebut. virus ini juga bisa ditransmisikan dari seorang ibu ke bayinya saat sedang hamil. gambar via: www.latimes.com

Penyebab penyakit Zika (Zika disease) ataupun demam Zika (Zika fever) yaitu virus Zika. Virus Zika termasuk dalam garis virus flavivirus yang berasal dari keluarga yang sama seperti virus penyebab penyakit dengue atau demam berdarah.

Virus Zika disebarkan pada manusia oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi. Nyamuk ini jadi terinfeksi sesudah menggigit penderita yang sudah mempunyai virus itu. Nyamuk ini sangat aktif di siang hari serta hidup dan berkembang biak di dalam ataupun luar area yang dekat dengan manusia, khususnya di area yang terdapat genangan air.

Meskipun jarang, virus Zika bisa ditransmisikan dari seorang ibu ke bayinya. Virus Zika berkemungkinan ditularkan dari ibu hamil pada janin di dalam kandungannya. Bisa juga bayi tertular pada saat persalinan. Sampai saat ini, masalah penularan virus Zika lewat proses menyusui belum ditemukan sehingga pakar medis tetap menganjurkan ibu yang terinfeksi untuk terus menyusui bayinya.

Selain itu, ada banyak laporan virus Zika yang penularannya terjadi lewat tranfusi darah dan hubungan seksual.

Gejala Virus Zika

gambar via: Heavy.com
gejala virus zika biasanya adalah sakit kepala, nyeri di belakang mata, serta lelah, memang masih bersifat ringan dan berlangsung sampai kurang lebih satu minggu. kemungkinan, periode inkubasi virus zika 2 sampai 7 hari sejak seseorang terkena virus ini.  virus zika ini juga bisa menyebabkan mikrosefali. mikrosefali adalah keadaan seorang bayi yang lahir dengan bagian kepala yang kecil karena otak mereka tidak berkembang sempurna. gambar via: Heavy.com

Selain tanda-tanda umum yang sudah disebutkan, tanda-tanda lain virus Zika yang ditemukan yaitu sakit kepala, nyeri di belakang mata, serta lelah. Tanda-tanda ini biasanya bersifat ringan serta berlangsung sampai kurang lebih satu minggu.

Perihal periode inkubasi virus Zika masih belum diketahui, tetapi kemungkinan terjadi sampai 2-7 hari sejak seseorang terkena virus ini (terserang gigitan nyamuk penjangkit). Dari lima orang yang terinfeksi virus Zika, satu orang menjadi sakit akibat virus ini. Meskipun jarang, bisa terjadi masalah berat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit, bahkan juga kematian.

Transmisi virus Zika yang terjadi di dalam kandungan dihubungkan dengan terjadinya mikrosefali serta kerusakan otak pada janin.

Apa itu Mikrosefali?

Mikrosefali merupakan suatu keadaan seorang bayi yang lahir dengan bagian kepala yang kecil karena otak mereka tidak berkembang sepenuhnya saat berada di dalam kandungan.
Tingkat keparahannya beragam, tetapi dapat mematikan jika otak sang bayi sangat tidak berkembang serta tidak dapat mengatur fungsi-fungsi vital di dalam tubuh. Beberapa bayi yang meninggal dunia mempunyai virus Zika di dalam otak. Virus itu bahkan dideteksi di dalam plasenta serta air ketuban.

Walaupun ada bayi yang selamat dari keadaan mikrosefali, mereka umumnya menghadapi disabilitas intelektual serta penundaan perkembangan tubuh.

WHO menyampaikan ada ‘kesepakatan saintifik’ bahwa Zika mengakibatkan mikrosefali serta Sindrom Guillain-Barre

Diagnosis Virus Zika

gambar via: vanilla freak
mendiagnosis virus zika bisa dilakukan dengan mulai dari pemeriksaan rute perjalanan yang pernah dilakukan oleh penderita, terutama ke beberapa area yang mempunyai kasus infeksi virus zika. dokter setelahnya juga akan melakukan tes darah untuk mendeteksi asam nukleat virus, mengisolasi virus, atau uji serologis. selain lewat pengambilan darah yang biasanya dilakukan pada 1-3 hari sesudah tanda-tanda muncul, urine serta air liur dapat juga menjadi bahan uji pada hari ketiga sampai hari kelima. gambar via: vanilla freak

Melihat dari tanda-tanda yang mirip banyak penyakit lain, pemeriksaan pada rute perjalanan yang pernah dilakukan oleh penderita, terutama ke beberapa area yang mempunyai kasus infeksi virus Zika bisa membantu mempersempit diagnosis. Dokter mungkin saja akan menanyakan area, waktu, serta kegiatan ketika melakukan kunjungan ke daerah tersebut.
Dokter bisa melakukan tes darah untuk mendeteksi asam nukleat virus, mengisolasi virus, atau uji serologis. Selain lewat pengambilan darah yang biasanya dilakukan pada 1-3 hari sesudah tanda-tanda muncul, urine serta air liur dapat juga menjadi bahan uji pada hari ketiga sampai hari kelima.

Pengobatan Virus Zika

gambar via: Serba Online
pengobatan bagi penderita virus zika difokuskan pada usaha untuk mengurangi tanda-tanda yang dirasakan pasien. bisa dilakukan dengan pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi, obat pereda rasa sakit untuk meredakan demam serta sakit kepala dan istirahat yang cukup. untuk pasien yang sudah terinfeksi virus zika, diharapkan untuk menjauhi gigitan nyamuk selama terjangkit virus ini karena virus zika yang bisa bertahan lama di darah penderita bisa menyebar ke orang lain lewat gigitan nyamuk. gambar via: Serba Online

Pengobatan bagi penderita virus Zika difokuskan pada usaha untuk mengurangi tanda-tanda yang dirasakan oleh pasien seperti demam, sakit kepala, ruam dan lain-lain, karena vaksin dan obat-obatan penyembuh penyakit ini belum ditemukan. Beberapa mengatakan pengembangan vaksin virus Zika dimulai pada September 2016 lalu.

Penyembuhan pada tanda-tanda yang dialami bisa berupa pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi, obat pereda rasa sakit untuk meredakan demam serta sakit kepala, dan istirahat yang cukup. Penggunaan aspirin serta obat anti peradangan nonsteroid yang lain tak disarankan sebelum kemungkinan penderita terserang dengue bisa dihilangkan.

Untuk pasien yang sudah terinfeksi virus Zika diharapkan untuk menjauhi gigitan nyamuk selama terjangkit virus ini karena virus Zika yang bisa bertahan lama di dalam darah penderita bisa menyebar ke orang lain lewat gigitan nyamuk.

Jika penderita mempunyai kondisi kesehatan lainnya, segera beritahukan pada dokter, agar mendapat penanganan dan obat-obatan yang sesuai dengan keluhan dan kondisi dari penderita itu sendiri.

Pencegahan Virus Zika

gambar via: Bursa Lampung
menghindari gigitan nyamuk merupakan salah satu tindakan pencegahan awal yang dapat membantu terhindar dari infeksi virus zika. selain itu, lakukan hal-hal ini, yaitu memastikan tempat tinggal bebas dari nyamuk, pakai baju serta celana panjang, pakai bahan penolak nyamuk untuk tubuh, dan lakukan tes zika jika Anda selesai bepergian ke daerah yang terjangkit zika. gambar via: Bursa Lampung

Menghindari gigitan nyamuk merupakan salah satu tindakan pencegahan awal yang dapat membantu Anda terhindar dari infeksi virus Zika. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan ketika berada di daerah yang terjangkit virus Zika, diantaranya:

  • Memastikan tempat yang Anda tinggali mempunyai pendingin ruangan atau setidaknya mempunyai tirai pintu serta jendela yang bisa mencegah nyamuk masuk ke ruangan.
    Pakai kelambu pada tempat tidur bila area yang Anda kunjungi tidak mempunyai hal di atas.
  • Pakai baju serta celana berlengan panjang, agar tubuh Anda terjaga dari gigitan nyamuk yang mungkin saja membawa virus Zika.
  • Bersihkan tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk. Seperti bak mandi, pot bunga, vas bunga, tempat minum hewan, dan tempat lain yang terdapat air yang menggenang. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan perkembangbiakan nyamuk yang mungkin bisa berbahaya bagi Anda dan juga keluarga.
  • Pakai bahan penolak serangga yang terdaftar pada badan perlindungan lingkungan atau environmental protection agency (EPA). Pakailah bahan penolak serangga tersebut sesuai dengan instruksi yang tercantum pada kemasan. Instruksi yang terlampir akan memberi informasi tentang pengaplikasian ulang, area pengaplikasian yang diperbolehkan, waktu serta durasi pengaplikasian.
  • Pilih bahan penolak serangga usahakan yang mengandung DEET, Picaridin, IR3535, dan beberapa minyak lemon Eucalyptus dan dari produk para-mentana-diol diketahui dapat mamberikan perlindungan tahan lama. Namun produk yang mengandung minyak lemon eucalyptus tidak direkomendasikan pada anak yang berusia di bawah tiga tahun.
  • Bagi Anda yang menggunakan produk tabir surya, gunakanlah tabir surya terlebih dahulu, kemudian gunakan produk penolak nyamuk.
  • Jangan menyemprotkan obat nyamuk pada kulit di bawah pakaian.
  • Bayi yang berumur di bawah dua bulan tidak diperbolehkan memakai bahan penolak serangga ini, jadi Anda harus memastikan supaya baju bayi bisa melindunginya dari gigitan nyamuk.
  • Pakai juga kelambu pada tempat tidur bayi, kereta dorong bayi, serta gendongan atau alat pengangkut bayi yang lain. Agar bayi Anda terlindungi dari gigitan nyamuk.
  • Perhatikan area tubuh anak yang berumur lebih dewasa saat mengaplikasikan bahan penolak serangga. Hindari area yang terluka atau sedang iritasi, area mata, mulut, serta tangan.
  • Pilihlah perawatan, pencucian, atau penggunaan baju dan perlengkapan yang memakai bahan dengan kandungan permethrin. Pelajari informasi produk serta instruksi pemakaian tentang perlindungan yang diberikan. Perlu diingat, bahwa Anda harus menghindari memakai produk ini pada kulit. Hal ini penting dilakukan jika Anda berada di daerah yang terjangkit virus Zika untuk melindungi Anda dari terpaparnya virus tersebut.
  • Pelajari juga informasi tentang daerah atau negara yang akan Anda kunjungi, seperti fasilitas kesehatan serta area luar ruangan terbuka sebelum keberangkatan Anda tiba, terutama area atau negara yang terjangkit virus Zika. Hal ini akan membantu Anda untuk berjaga-jaga mengenai virus Zika tersebut.
  • Lakukan tes virus Zika sekembalinya Anda, terutama pada perempuan hamil, dari daerah penyebaran virus Zika. Biar Anda mengetahui pasti bahwa tubuh Anda aman dari terpaparnya virus Zika dari daerah tempat penyebaran virus Zika.
  • Jika Anda menderita Zika, hindarkan diri Anda dari gigitan nyamuk, karena nyamuk bisa menggigit dan membawa virus Zika yang sebelumnya ada di tubuh Anda dan menyebarkannya pada orang lain. Hindari gigitan nyamuk tersebut setidaknya selama satu minggu pertama sakit.

Itulah beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai virus Zika. Dengan Anda mengetahui hal-hal ini, Anda akan lebih bisa melindungi diri Anda dari terpaparnya virus Zika. Dan jika sudah ada tanda-tanda Zika yang Anda rasakan, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Walaupun tanda-tanda tersebut terkesan ringan, namun jangan sampai diremehkan. Karena akibatnya bisa saja lebih parah, dan bisa menyebabkan kematian.

Tetap waspada pada setiap gejala yang timbul. Dan juga selalu jaga diri Anda dari gigitan-gigitan nyamuk. Terutama bagi ibu hamil, untuk lebih waspada lagi pada gigitan-gigitan nyamuk yang bisa saja membawa bahaya untuk bayi yang ada di dalam kandungan ibu.

Baca juga: Inilah Beberapa Hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Migrain

LEAVE A REPLY