Waspada, Tidur Berbantal Tangan Bisa Sebabkan Cedera Saraf

0

Seruni.id – Ketika lelah dan ngantuk mendera saat kita sedang beraktivitas, membuat kita memutuskan untuk beristirahat sejenak. Karena berpikir istirahat yang dilakukan tidak akan memerlukan waktu lama, mkita seringkali melakukan kebiasaan tidur dengan melipat tangan di atas meja sebagai bantalan kepala.

Posisi yang terlihat tidak membahayakan tersebut ternyata juga bisa berakibat fatal bahkan bisa menyebabkan cedera otot.

Ketika seseorang sering tidur dengan posisi duduk, melipat tangan di atas meja dan menggunakan tangannya tersebut sebagai bantalan kepala. Kebiasaan ini jika sering dilakukan dan lama durasi tidur yang cukup lama, sering membuat lengan kebal dan mati rasa saat ia terbangun. Walaupun awalnya dapat melakukan stretching dan kedua tangan dapat kembali normal.

Ternyata kebiasaan tersebut dapat menjadi mimpi buruk jika kebiasaan tersebut dilakukan secara terus menerus. Orang yang memiliki kebiasaan itu akan merasakan tangan tetap mati rasa dan kebal meski ia sudah melakukan stretching. Jika sudah merasakan hal tersebut, mati rasa pada tangan sampai jari, segeralah memeriksakannya ke dokter.

Kebiasaan tidur dengan berbantalkan tangan dapat menyebabkan saraf radial pada tangan cedera karena menerima tekanan dan beban yang terus menerus dan dalam jangka waku yang cukup lama. Saraf radial ini berfungsi sebagai pengontrol gerakan pergelangan tangan dan jari, tekanan yang terus menerus pada saraf ini menyebabkan saraf membengkak. Ini yang dapat mengakibatkan tangan mati rasa dan kekuatan pergelangan tangan melemah.

Bagi beberapa orang yang punya kebiasaan tidur berbantal tangan, gejala kesemutan, dan mati rasa bisa hilang dengan sendirinya setelah melakukan beberapa gerakan. Jika terus menerus dilakukan dan dirasakan gejala mati rasa dan kesemutan tidak hilang hingga memicu cedera pada sarafnya. Untuk menormalkan kembali kondisi tangan yang cedera tersebut harus dilakukan operasi.

Jadi Moms, ternyata kebiasaan tidur berbantal tangan jangan dianggap sepele, karena bisa berakibat fatal. 

 

 

Arum Afriani Dewi

LEAVE A REPLY