Hidroponik : Pengertian, Manfaat, Dan Cara Menanamnya

0
Hidroponik

Mau  bercocok tanam, Tapi bingung karena tidak memiliki lahan? Coba deh Metode hidroponik. Metode ini menjadi satu dari banyak cara yang bisa dilakukan untuk kita yang memiliki area terbatas. Hidroponik menjadi solusi  dari permasalahan luas lahan pertanian semakin menyempit. Dengan pertambahnya populasi makan kita butuh lahan pertanian yang bertambah karena merupakan sumber utama penghasil bahan pangan.

Solusi yang di ambil adalah Salah satunya metode bercocok tanam hidroponik. Metode ini sudah mulai banyak dilakukan oleh masyarakat untuk mengimbangi kebutuhan bahan pangan yang semakin bertambah sementara lahan pertanian yang semakin menyempit. Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam yang menggunakan air. Metode ini cocok perkotaan yang rata-rata area pekarangan rumah yang sudah dominan tertutup. Selain memberikan efek hijau menyegarkan, kita bisa memetik hasilnya untuk di konsumsi sehari-hari.

 

Pengertian Hidroponik

Hidroponik (hydroponics) Merupakan cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Tanah adalah sumber daya alam utama yang ada di planet bumi serta merupakan kunci kerberhasilan makhluk hidup. Pengertian Tanah adalah lapisan tipis kulit bumi yang terletak paling luar. Tanah terjadi karena hasil pelapukan atau erosi batuan induk (anorganik) yang bercampur dengan bahan organik.

Secara awam dikenal sebagai “bercocok tanam tanpa tanah”. Awalnya para peneliti yang Mencoba air sebagai media tanam dengan tujuan uji coba bercocok tanam tanpa tanah. Uji coba tersebut ternyata berhasil. Setelah itu, media air diganti dengan media yang lebih praktis, efisien dan lebih produktif. Cara kedua ini lebih mendapat sambutan dibandingkan cara yang hanya menggunakan media air. Oleh karenanya, pada perkembangan selanjutnya, teknik itu disebut hidroponik. Metode ini kemudian dikembangkan secara komersial.

 

Sejarah hidroponik

Dalam berbagai literatur, metodologi hidroponik telah dimulai ribuan tahun yang lalu. Ada taman gantung di Babilon dan taman terapung di Cina yang merupakan inspirasi dari Hidroponik. Di Mesir, India, dan Cina, juga ditemukan Metode yang serupa. Manusia purba sudah kerap menggunakan larutan pupuk organik untuk memupuk semangka, mentimun, dan sayuran lainnya dalam bedengan pasir di tepi sungai. Cara bertanam seperti ini kemudian disebut river bed cuultivation.

Ketika para ahli menggunakan nutrien khusus untuk pengganti media tanam, disebutlah nutri culture. Setelah itu, bermunculan istilah water culture, solution culture dan gravel bed culture berdasarkan media tanam alternative yang digunakan tanpa menggunakan tanah. Terakhir pada tahun 1936 istilah hidroponik lahir, istilah ini diberikan untuk hasil dari Dr. WF. Gericke, seorang agronomis dari Universitas California, USA, berupa tanaman tomat setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam dalam bak berisi mineral hasil uji cobanya.

Sejak itu, hidroponik digunakan untuk menyebut segala aktivitas bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai tempat tumbuhnya. Hidroponik tidak lagi Cuma ada di laboratorium, Sekarang Hidroponik menjadi teknik yang sederhana dan dapat diterapkan oleh siapa saja termasuk ibu rumah tangga.

 

Manfaaat Hidroponik

Berikut ini adalah beberapa kelebihan menggunakan metode ini :

  • Penggunaan air menjadi lebih efisien. Kita jadi tidak perlu menyiram tanaman dengan air seperti yang dilakukan pada metode pertanian menggunakan tanah.
  • Tanaman tumbuh menjadi lebih cepat. Hal ini dikarenakan tanaman menjadi lebih cepat karena nutrisi yang diserap berbentuk cairan, tidak padat seperti tanah.
  • Tidak membutuhkan media tanah sebagai media utamanya membuat bercocok tanam hidroponik lebih bersih.
  • Tidak memerlukan banyak tenaga kerja tambahan karena hidroponik hanya memerlukan sedikit tenaga untuk merawatnya sehingga menghemat biaya.
  • Hasil panen yang dihasilkan bisa lebih banyak.
  • Proses memanen hasil yang lebih mudah.
  • Dengan menggunakan metode bercocok tanam hidroponik, maka kita tidak memerlukan lahan yang sangat luas karena metode ini tanaman bisa disusun.
  • Tidak bergantung pada cuaca sehingga kita bisa melakukannya kapanpun kita mau.
  • Hasil panen yang dihasilkan menjadi lebih steril daripada hasil yang dari lahan perkebunan
  • Resiko terserang penyakit dan hama tanaman menjadi lebih sedikit. Karena pengendalian penyakit dan hama lebih mudah.
  • Menghemat penggunaan pupuk sehingga lebih efisien.

 

 

Metode Cara Menanam Hidroponik

Membuat tanaman dengan cara hidroponik bisa menjadi selingan dalam mengisi waktu luang. Untuk membuatnya hanya diperlukan beberapa bahan yang bisa di dapatkan di toko peralatan atau dengan memanfaatkan barang bekas berupa botol plastik, gelas plastik, jerigen, dan masih banyak bahan lainnya. Jenis tanaman sayur yang bisa ditanam dengan cara hidroponik juga beraga, mulai dari kangkung, bayam, sawi, seledri, kemangi dan berbagai jenis tanaman lain. Selain itu tanaman sayur ini bisa sekaligus dijadikan tanaman hias di sekitar rumah. Dengan begitu, selain bermafaat untu dikonsumsi sayuran hidroponik bisa dijadikan salah satu alternatif pengganti tanaman hias. Berikut ini adalah beberapa metode cara bercocok tanam hidroponik.

 

Static solution culture

Metode ini menggunakan air statis. Teknik  ini akan menyebabkan akar tanaman akan terus menerus tercelup air yang diletakkan pada wadah berisi larutan nutrient. Teknik ini lebih dikenal dengan teknik apung atau disebut dengan rakit apung dan sistem sumbu. Teknik ini adalah yang paling sederhana dari semua teknik hidroponik. Ukuran wadah tergantung pada ukuran tanaman. Kita bisa melapisi wadah menggunakan aluminium foil, cat, atau material lain agar air tidak ditumbuhi oleh lumut.

Pada teknik sumbu, alat yang digunakan adalah netpot yang berisi media tanam dan beberapa kain yang menjulur ke bawah. Fungsinya adalah untuk menyerap larutan nutrisi ke akar tanaman melalui pipa-pipa kapiler. Pada teknik apung, kita bisa memakai gabus yang telah dilubangi. Lubang-lubang tersebut lalu diisi oleh pot kecil yang awalnya sudah diisi dengan media tanam, untuk akar yang dicelup langsung pada wadah air.

 

NFT (Nutrient Film Technique)

Cara ini merupakan cara paling populer yang digunakan oleh banyak orang dalam mengaplikasikan cara menanam hidroponik. Cara menanam adalah sebagai berikut. Siapkan beberapa pipa atau talang, dan pompa. Lubangi pipa sesuai dengan panjangnya. Pastikan jarak satu lubang dan lubang yang lain sama. Susun pipa atau talang yang dipersiapkan untuk menjadi tempat menanam tanaman. Siapkan penampung pada ujung pipa yang lebih rendah.

Lalu Pasang pompa untuk mengalirkan air nutrisi agar alirannya maksimal. Metode ini memiliki konsep dasar menanam akar tanamannya tumbuh pada bagian lapisan nutrisi yang tidak dalam. Teknik ini juga menjaga sirkulasinya agar tanaman tetap mendapat nutrisi, oksigen, dan air secara baik dan tercukupi.

 

hidroponik menggunakan WICK

Cara WICK disukai karena pembuatannya yang mudah serta bahan-bahan yang mudah didapatkan serta murah. Bahkan Anda bisa menggunakan barang bekas. Kita hanya perlu menyiapkan :

Botol air mineral, Alat pemotong, Sumbu kompor atau kain flannel, dan Alat untuk melubangi bisa berupa solder atau paku. Cara membuatnya adalah dengan  Potong botol bekas menjadi 2 bagian.

Lubangi tutup botol. Gabungkan ke dua bagian botol. Caranya adalah dengan membalik bagian moncong botol menghadap ke bawah. Pasang sumbu kompor atau kain flanel pada lubang di tutup botol, pastikan sumbu atau kain bisa menyerap air nutrisi. Tanam bibit tanaman pada bagian atas botol dengan tanah secukupnya. Isi bagian botol bawah dengan air nutrisi

 

Aeroponik

Metode Aeroponik caranya adalah dengan membasahi akar tanaman secara berkala dengan butiran larutan nutrient yang halus. Metode ini menggunakan tanaman yang tumbuh dengan akar menggantung di udara sehingga tidak memerlukan media.

Lalu bagaimana cara membuat tanaman hidroponik? Tenang saja, cara mudah kok, ikuti saja petunjuknya di bawah ini. Sebelum mulai untuk membuat tanaman hidroponik, siapkan peralatan di bawah ini.

  1. Kain untuk sumbu bila ada gunakanlah kain panel
  2. Gelas plastik
  3. Botol plastik
  4. Jerigen
  5. Nutrisi hidroponik
  6. Media tanam yang terdiri dari aram sekam, pecahan batu bata, kerikil, rocwool ataupun pasir.

Untuk media tanam yang digunakan, Anda bisa memilih salah satu media tanam yang disebutkan di atas. Pastikan media tanam yang Anda gunakan mempunyai poros sehingga air dan nutrisi yang diberikan bisa diserap dengan optimal dan bisa menopang pertumbuhan tanaman dengan baik. Selain itu penggunaan nutrisi juga harus diperhatikan, karena inilah yang menjadi sumber makanan bagi tanaman yang dibididayakan.

 

Tahapan Cara menanam hidroponik

  1. Penyemaian Benih Tanaman

Sebelum di tanam menggunakan media tanam, bibit disemaikan terlebih dahulu dengan tray atau wadah semai. Gunakan bibit yang tingkat pertumbuhannya mencapai 80%. Setelah benih sudah tumbuh dan cukup umur, barulah dipindahkan ke media tanam.

  1. Menyiapkan Media Tanam

Jenis media tanam yang bisa digunakan untuk tanaman hidroponik sangat banyak. Media tersebut bisa didapatkannya dengan cara membeli di toko pertanian. Buatlah campuran dari sekam bakar dan pasir kerikil, atau campuran rockwool dan pasir kerikil. Lalu letakan media tanam yang telah dibuat pada wadah yang akan digunakan untuk menanam. Bisa menggunakan botol bekas, pipa paralon atau media lain yang tersedia di sekitar tempat tingga Anda.

  1. Pemberian Nutrisi

Pemberian nutrisi sangatlah penting. Karena menanam tanpa menggunakan tanah, membuat cadangan makanan untuk tanaman sangat terbatas. Nutrisi yang diberikan biasanya berupa nutrisi cair, sehingga mudah diserap oleh tanaman. Cara pemberian nutris bisa dilakukan dengan cara di siram manual setiap pagi atau sore hari.

  1. Perawatan Tanaman

Cara merawat tanaman hidroponik adalah dengan melakukan penyiraman setiap pagi atau sore hari, membersikan gulma yang menggangu tanaman serta memberikan pupuk secara berkala.

LEAVE A REPLY