Ini 11 Cara Bijak Menerima Kritik Dari Orang Lain

Seruni.id – Menyampaikan kritik pada orang lain terasa jauh lebih mudah daripada menghadapi kritik dari orang lain untuk diri kita. Benar kan, Ladies?

Banyak orang yang merasa kesulitan menghadapi kritik. Ketika dikritik, kita pasti sedikit atau banyak merasa sakit hati, marah, atau langsung membela diri, sekalipun kita memang telah melakukan kesalahan. Namun sayangnya, reaksi-reaksi seperti ini yang hanya akan memperkeruh situasi dan membuat kita merasa diserang dan tidak dipedulikan.

Apalagi jika kita tidak merasa berbuat salah, pasti kita merasa emosi terhadap pengkritik. Memang tidak mudah menghadapi kritik, karena setiap orang cenderung bersikap defensif dengan tidak mengakui kekurangan dan mengabaikan masukan dari orang lain.

Namun, dalam hal apapun, kita pasti akan mendapatkan kritik dari berbagai pihak. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan kita menerima kritik secara elegan dan apresiatif, yang akan mengubah kita menjadi orang yang lebih baik sekaligus membangun hubungan yang lebih positif dalam hidup.

Nah, coba kita terapkan 8 cara menghadapi kritik dengan bijaksana berikut ini yuks.

  1. Rindu kritik dan Nasehat

Posisikan diri kita yang rindu dikoreksi, dikritik, dan dinasehati. Belajar menyenangi aktivitas mencari kritikan dan koreksi dari orang lain. Kita jadi tahu jika bercermin rambut mana yang kurang rapi, pipi sebelah mana yang bedaknya terlalu tebal. Kita tentunya tidak rela benda asing yang tidak kita inginkan mengganggu diri kita.

Bekali diri kita dengan menghujamkan dalam hati kita:

  • Kritik itu penting.
  • Kritik itu kunci kesuksesan dan kemajuan.
  • Kritik pembuka prestasi dan pengangkat derajat
  • Kritik adalah jalan menuju perbaikan

Nah, kalau kita sudah merasa bahwa kritikan merupakan bagian yang amat penting bagi kehidupan kita, menganggap sebagai kebutuhan untuk pengembangan pemantapan pribadi, maka kita harus mulai senang mencari ktritik

2. Sadar Bahwa Tidak Ada yang Sempurna

Kita adalah manusia biasa yang tidak sempurna. Sadari bahwa kita tidak akan pernah luput dari kekurangan dan kesalahan. Kesadaran akan ketidaksempurnaan kita, akan membentuk diri untuk tidak akan tinggi hati saat menerima kritik dari orang lain. Bahkan meskipun kritikan itu dari bawahan kita di kantor, atau dari anak kecil, kita mau belajar menghadapinya dengan lapang dada.

3. Kritik Bukan Berarti Benci

Harus ditekankan pada diri kita bahwa orang yang mengkritik kita bukan berarti mereka membenci kita. Biasanya, pengkritik itu peduli sehingga mau menghubungi atau menemui kita untuk menyampaikan kritik. Mereka ingin kita memperbaiki kekurangan dan tidak mengulangi kesalahan kita. Mereka berani jujur dan tidak hanya manis di bibir untuk mencari perhatian kita saja.

4. Dengarkanlah

Berikanlah telinga dan hati kita untuk mendengarkan kritik dari mereka yang peduli. Kritikan itu ada yang disampaikan dengan baik, ada juga yang disampaikan dengan kurang baik atau bahkan ada yang menyampaikannya dengan marah-marah. Bagaimana pun cara orang tersebut menyampaikannya, cobalah untuk menjadi pendengar yang baik. Sehingga kita bisa menangkap masukannya dengan jelas.

Kalau ada yang mengkritik, usahakan jangan pernah berkomentar. Jangan memotong pembicaraaan apalagi memberi bantahan. Belajarlah diam dan menjadi pendengar yang  baik.

5. Sabar, Jangan Emosi

Anda pasti sulit untuk langsung menerima kritik apa adanya. Memang butuh waktu untuk mencerna, apakah kritikan itu bersifat membangun atau menjatuhkan. Sabar yang pertama harus kita lakukan, karena koreksi yang kita dapatkan belum tentu sesuai dengan keingian kita.

Tindakan lain adalah kita bersyukur atas nikmat Allah berupa kritikseperti ini. Namun, coba tahan emosi kita. Jangan marah-marah dan membalas kritikan orang lain dengan cara yang kasar. Emosi tidak akan menyelesaikan masalah, namun bisa menambah masalah.

6. Tidak Perlu Menerima Semuanya

Tidak semua kritikan harus kita terima begitu saja. Ada kalanya orang yang mengkritik kita dikarenakan rasa dengki dan ingin menjatuhkan mental kita. Hal yang kita untuk kasus seperti ini adalah hanya menerima masukan yang benar-benar disampaikan demi kebaikan kita.

7. Maaf dan Terima Kasih

Jangan lupa mengucapkan permohonan maaf pada orang lain yang telah kita rugikan. Jika memang kita salah, bersikaplah rendah hati untuk mengakui dan meminta maaf. Tak hanya itu, katakan terima kasih pada pengkritik karena sudah jujur untuk mengingatkan kita untuk memperbaiki diri.

Jangan melempar komentar apapun kecuali lontarkan ucapan terima kasih yang tulus kepada orang yang memberi kritik. Tampakkan raut muka yang bersungguh–sungguh, perhatian, dan berterimakasihlah atas kebaikan itu. Sertakan nama orang yang memberikan kritik dalam doa kita. Semoga Allah membalas kebaikannya yang telah bersudi hati, meluangkan waktu buat memperbaiki diri kita.

8. Jangan Mendendam

Pasti butuh waktu untuk menerima kritik dan bahkan memaafkan si pengkritik. Tidak masalah. Asalkan, kita tidak berlarut-larut dengan kritikan orang lain. Kritikan yang baik kita terima. Sedangkan kritikan yang tidak benar, bisa kita abaikan. Jangan pula mendendam kepada orang yang telah mengkritik. Maafkan saja jika mereka sembarangan mengkritik kita.

9. Lakukan Evaluasi

Setelah mendapatkan kritik dari orang lain, kita perlu mengevaluasi diri. Benarkah perkataan orang tersebut? Apa yang harus dilakukan agar Anda tidak lagi melakukan kesalahan yang sama? Bagaimana caranya memperbaiki kekurangan? Ambillah waktu untuk merenungkan masukan dari orang lain dan kemudian berupaya menjadi pribadi yang lebih baik.

Jangan sibuk menyalahkan pengkritik, tapi camkan dalam hati bahwa kritik tersebut merupakan pertolongan Allah, petunjuk Allah untuk mencari satu titik kebenaran.

10. Perbaiki Diri

Buatlah program perbaikan dengan sungguh–sungguh. Jadikan program perbaikan diri tersebut sebagai rasa syukur kita atas kritik yang datang. Minta tolonglah kepada Allah karena perubahan hanya terjadi atas pertolongan Allah semata. Begitu mudah bagi Allah memberi kita celah–celah yang akan mampu mendobrak keterpurukan menjadi batu loncatan menuju perbaikan diri.

11. Balas Budi

Jangan lupa kirimkan tanda terima kasih. Bisa apa saja minimal pemberitahuan kepada yang mengkritik bahwa kita berterima kasih atas kebaikannya. Dan akan lebih indah jika kita sertakan dalam doa kita.

Sulit untuk melakukannya, yuks coba perlahan-lahan hingga akan menjadi suatu kebiasaan baik untuk kita. Mari sama-sama belajar terus menerus untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

 

-Arumadewi-