Ini Loh Restoran Halal di Taiwan, Wajib Coba

0
Yunus, sang pemilik restoran halal di Taipeh, Taiwan

Seruni.id – Jika berkunjung ke Taiwan, sulit menemui restoran yang menjual atau menyediakan makanan halal. Ya, hal tersebut sangat wajar, karena sebagian besar penduduk Taiwan bukan muslim.

Karena kesulitan yang dihadapi untuk mendapatkan makanan halal di Taiwan itulah, saat ini mencoba untuk memberikan info tentang restoran yang menyediakan makanan yang dijamin kehalalannya.

Diliput dari Viva, Papan nama bertuliskan “Yunus Halal Restaurant” terpampang di bagian atas sebuah bangunan, di Pei Ning RD Nomor 36, Taipei, Taiwan. Saat memasuki restoran, tampak beberapa tulisan kaligrafi Alquran terpajang di dinding restoran tersebut.

Kemudian nampak miniatur bendera dari berbagai negara, termasuk Indonesia, turut menghiasi restoran tersebut. Tidak hanya itu, di sudut lain dari restoran tersebut, terlihat foto-foto pemilik restoran dengan sejumlah tokoh dan selebriti dari Indonesia.

Di antaranya, ada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Machfud MD, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin, tokoh Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, artis Zaskia Sungkar dan Irwansyah.

Pemilik restoran itu, seorang muslim Tionghoa, Yunus, membenarkan sejumlah tokoh dari Indonesia dan Malaysia pernah berkunjung ke restorannya. Menurut dia, restorannya menjadi restoran halal yang utama dan sangat terpercaya. Yunus mengatakan bahwa semua makanan dimasak dengan membaca bismillah.

Yunus mendirikan restoran tersebut sejak 18 tahun lalu. Berawal ketika  teman-temannya dari Jepang berkunjung ke Taiwan. Namun, mereka tak menemukan restoran halal. Sejak itu, mantan supervisor  sebuah hotel di Tokyo, Jepang ini tergerak untuk membuat restoran halal di Taipei, Taiwan.

Dalam menjalankan bisnisnya tersebut, Yunus dibantu sang istri yang sekaligus berperan sebagai juru masak restoran. Adapun masakan yang disajikan di restoran ini merupakan perpaduan masakan Thailand dengan China.

Berbagai menu tersedia di restoran ini, di antaranya tom yum, plecing kangkung, ayam goreng. Rasa masakan yang disajikan sesuai dengan lidah orang Indonesia.

Masakan plecing kangkung misalnya, mirip dengan rasa cah kangkung terasi di Indonesia. Bumbu terasi juga terasa dalam masakan itu.

Bahan-bahan makanan untuk beragam makanan itu dibeli dari Masjid Longgang, Distrik Zhongli, Kota Taoyuan.

Diceritakan oleh Yunus, untuk mendapatkan bahan makanan, Yunus mesti memesan sehari sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan, jika ada konsumen yang ingin dibuatkan menu tertentu tidak bisa mendadak, melainkan harus memesan lebih dulu.

Yunus mengakui bahwa rata-rata satu orang yang makan di restorannya bisa menghabiskan uang sekitar  NT$400 atau sekitar Rp188 ribu. Harga tersebut memang diakui lebih mahal dibandingkan restoran lainnya, namun sang pemilik menjamin kehalalan masakan yang disantap.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.