Rehat  

Anak Meninggal karena Kecelakaan, Wanita Usia 80 Tahun ini Putuskan untuk Rawat 800 Anak Yatim

Seruni – Memori memilukan pada 40 tahun ke belakang masih begitu melekat di benak Dr Sarojini Agarwal. Perempuan berusia 80 tahun ini harus kehilangan buah hatinya yang berusia 8 tahun karena kecelakaan. Kala itu, ia tengah mengendarai motor sementara anaknya, Manisha duduk di belakangnya.

Saat mengendarai motor, mereka menjadi korban tabrak lari. Kecelakaan yang terjadi pun membuat Sarojini harus kehilangan nyawa putrinya, Manisha. Kesedihan pun menyelimuti Sarojini. Usai kejadian tersebut, setiap pagi Sarojini mengeluh, “Mengapa harus anakku yang meninggal?” Hingga suatu hari, ia menyadari di luar sana ada banyak sekali anak terlantar yang tak memiliki orangtua.

Semenjak itu, perempuan asal India ini pun bertekad untuk membantu anak terlantar khususnya perempuan. Dikutip dari Oddity Central, Kamis (10/8), Sarojini menyebutkan ia sering menangisi kepergian sang anak. Meski begitu ia menyadari hal yang dilakukannya tak mampu mengembalikan buah hatinya. Merindukan sosok anak perempuan, ia pun mulai mengadopsi dan mengasuh anak-anak terlantar.

Sarojini sendiri merupakan seorang penulis dan novelis dengan banyak karya. Ia pun rela menggunakan seluruh penghasilan dari royaltinya untuk biaya pengasuhan. Sang suami, V C Agarwal mendukung keputusan Sarojini. Anak pertama yang diasuh merupakan anak berkebutuhan khusus yaitu tuna netra dan tuna wicara. Anak tersebut merupakan yatim piatu. Bukan hanya itu, Sarojini juga mengasuh anak-anak dari jalanan. Bahkan, Sarojini mengambil anak-anak dari rumah bordil.

Beberapa kali, Sarojini pun pernah menemukan bayi di depan rumahnya. Baginya, ketika ia menggendong bayi dalam pelukannya. Ia merasa begitu menyayangi seperti anak sendiri. Sarojini dan suami berusaha semaksimal mungkin mengasuh anak-anak perempuannya. Tak hanya mengasuh, ia juga menyekolahkan mereka. “Hanya pendidikan yang baik dapat membuat gadis-gadis independen, yang sangat penting untuk kepercayaan diri,” ungkap Sarojini.

Sejak tahun 1985, Sarojini telah mengasuh sebanyak 800 anak perempuan. Dari anak-anak tersebut, banyak pula yang telah menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi ternama di India. Kini usianya tak lagi muda, ia pun telah memasuki usia lanjut. Nenek berhati mulia ini berusaha memberikan yang terbaik bagi setiap anak asuhnya. “Setiap anak yang saya asuh. Saya melihat wajah Manisha. Mungkin ini maksud Tuhan mengambil nyawa anakku. Saya berterima kasih karena telah memberikan kesempatan untuk menjaga banyak anak,” kata Sarojini.