Mengapa Bulan Ramadhan Istimewa?

0
Bulan Ramadhan

Seruni.id – Bulan Ramadhan adalah bulan yang disambut bahagia oleh umat muslim. Walaupun harus berpuasa selama sebulan penuh, umat muslim tetap menyambut bulan istimewa tersebut dengan bersuka cita.

Alasan mengapa Ramadhan merupakan bulan istimewa bagi umat muslim, akan dijawab dalam artikel ini.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan hidayah dari Allah. Segala hal baik yang dilakukan saat bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya.

Sebagaimana bulan yang baik, ada beberapa keutamaan dari bulan Ramadhan yang harus kita ketahui. Selain itu ada juga beberapa amalan yang bisa kita lakukan saat bulan Ramadhan.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Diketahui terdapat beberapa keutamaan dari bulan Ramadhan, berikut ini penjelasannya.

1. Ramadhan merupakan Bulan Diturunkannya Al Qur’an

Rramadhan merupakan bulan yang mulia. Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk berpuasa serta pada bulan ini juga Al Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

“(Beberapa hari yang ditentukan itu adalah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk untuk manusia serta sebagian penjelasan tentang petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185).

Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat yang mulia ini menuturkan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari beberapa bulan yang lain. Allah memuji demikian karena bulan ini sudah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari beberapa bulan yang lain. Sebagaimana juga pada bulan Ramadhan ini Allah sudah menurunkan kitab ilahiyah yang lain pada para Nabi ’alaihimus salam.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2/179)

2. Ramadhan, saat Setan-setan Dibelenggu, Pintu-pintu Neraka Ditutup serta Pintu-pintu Surga Dibuka 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, serta setan pun dibelenggu.” (HR. Bukhari no. 3277 serta Muslim no. 1079, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Al Qodhi ‘Iyadh menyampaikan, “Hadits di atas bisa bermakna, terbukanya pintu surga serta tertutupnya pintu Jahannam serta terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan serta mulianya bulan tersebut .” Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga bisa bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa serta shalat malam. Hal ini berbeda dengan beberapa bulan yang lain. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan dari pada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka bisa masuk surga dari pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka serta terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/188).

Baca juga: Cegah Kantuk Saat Puasa Yuk!

3. Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan serta Keberkahan

Pada bulan ramadhan ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yakni lailatul qadar (malam kemuliaan). Saat malam inilah –yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- ketika diturunkannya Al Qur’anul Karim. Lailatul qadar juga umat muslim bisa mendapatkan pahala seribu kali lipat.

Allah Ta’ala berfirman, ”Sesungguhnya Kami sudah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr : 1-3).

Serta Allah Ta’ala juga berfirman, ”Sesungguhnya Kami menurunkannya di suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3). Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini merupakan malam lailatul qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullahTafsir Ath Thobari, 21/6. Inilah yang menjadi pendapat sebagian besar ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Zaadul Masiir, 7/336-337.

4. Bulan Ramadhan yaitu Saat Dikabulkannya Do’a

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka tentu dikabulkan.” HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) menyampaikan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiga orang yang do’anya tak tertolak : orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, serta do’a orang yang dizholimi.” (HR. At Tirmidzi no. 3598). Tirmidzi menyampaikan kalau hadits ini hasan.

An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan untuk orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa sampai akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa saat itu.” (Al Majmu’, 6/375)

An Nawawi rahimahullah menyampaikan pula, “Disunnahkan untuk orang yang berpuasa saat ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat serta dunianya, juga pada perkara yang ia sukai dan jangan lupa juga untuk mendoakan kaum muslimin yang lain.”

5. Amal Sholeh Yang Berlipat Ganda

Sebagai umat Islam yang menjalankan amalan sholeh serta kewajiban seorang muslim pada bulan ramadhan akan mendapatkan balasan berlipat ganda, sampai sebagai 70 kali lipat sebagaimana terdapat dalam Hadist:

Khutbah Rasululah saw pada akhir bulan Sa`ban “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah sudah menaung. Bulan yang didalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri pada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan yang lain. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan yang lain. Keutamaan sedekah yaitu sedekah pada bulan Ramadhan (HR. Bukhori-Muslim).

Baca juga: Perhatikan Menu Sahur agar Tetap Fit Selama Puasa

6. Ramadhan Bulan Pengampunan Dosa

Pada bulan Ramadhan juga seorang muslim memiliki kesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya, bahkan juga ibadah yang sempurna pada bulan puasa akan menjadikan seorang muslim suci kembali seperti bayi yang baru lahir. Sesuai Hadist Shahih:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman serta ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)

“Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, serta Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, bila dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

7. Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup

Selebar-lebarnya pintu untuk kembali pada jalan yang lurus pada bulan Ramadhan dibuka untuk umat Islam. Sesuai Hadist berikut ini:

“Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka serta syetan dibelenggu.” (HR. Muslim)

8. Bulan yang Mendidik untuk Meraih Ketaqwaan

Menahan haus, lapar serta amarah merupakan jalan menuju beberapa sifat sabar yang taqwa. Itulah kenapa berpuasa sebulan penuh pada Ramadhan bisa membimbing umat Islam meraih ketawaan. Sesuai surat dalam Al-Quran yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana sudah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al Baqarah 183)

9. Terdapat Malam Lailatul Qadar

Malam 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan adalah beberapa waktu yang diantaranya ada malam Lailatul Qadar, dimana malam itu baik diisi doa-doa yang baik dan mukjizat bisa turun pada umat Islam pada malam Lailatul Qadar itu.

“Sesungguhnya Kami sudah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Serta tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr 1-3).

LEAVE A REPLY