Permainan yang Paling Baik untuk Anak Usia Dini adalah Tubuh Ayah dan Ibunya

0

Seruni.id Momies, sekarang ini kita lihat banyak sekali para orang tua yang sudah menyekolahkan anaknya sejak usia dini.

Bahkan ada yang sudah memasukkan anaknya ke sekolah sejak usia 1 tahun.

Padahal, menurut Bunda Elly Risman, Psikolog Anak yang juga Founder dan ketua Yayasan Kita dan Buah Hati, memaparkan bahwa permainan yang paling baik untuk anak usia dini adalah tubuh ayah dan ibunya sendiri.

mom and baby playing

Maksudnya apa ya?

Jadi, menurut bunda Elly, ketika anak masih dalam usia dini, janganlah berpilir untuk menyekolahkan anak terlebih dahulu, namun biarkan mereka berkesplorasi bersama kita, orang tuanya.

Ajak bermain sambil mengenali tubuh ayah dan ibunya. Biasanya anak-anak di bawah 3 tahun sangat senang untuk mengorek-ngorek mata ayah ibunya, memukul pipi ayahnya, naik ke tubuh ayah ibunya, dan lain sebagainya.

cute little child joke outdoor with dad

Ajaklah bermain bersama kita dengan permainan tradisional yang kita buat bersama si anak. Misalnya bermain superman dengan membuat jubah dari sarung, bermain mobil-mobilan yang dibuat dari kardus bekas, atau membacakan cerita sebelum tidur disertai ekspresi wajah yang lucu, intonasi yang menarik pendengaran, dan body language yang atraktif.

Biarkan anak bermain tanpa terstruktur agar anak tidak kehilangan masa kecilnya saat sudah dewasa nanti.

Ketika anak di usia bawah lima tahun sudah dimasukkan ke sebuah sekolah, play group misalnya, maka anak-anak akan timbul kejenuhan sekolah di usia-usia yang tidak dapat kita duga-duga.

Ketika di sekolah, meskipun masih play group, berarti anak-anak juga sedari dini sudah “dipaksa” untuk mengikuti aturan yang ada, seperti kapan waktunya main, kapan harus duduk, kapan waktu masuk dan pulang dan berbagai aturan lainnya yang akan terus dijalani hingga mereka jadi sarjana nanti.

young parents with two kids playing ball in the park

Karena itu, agar anak tidak kehilangan masa kecilnya dan menjadi orang dewasa yang kekanak-kanakan, maka di usia dini biarkan mereka bermain sepuasnya di rumah bersama ayah ibu. Mengenal lingkungan terdekatnya sendiri, sebelum “dipindahkan” ke lingkungan baru yang masing sangat asing dan belum terlalu perlu baginya. Jangan terlalu memikirkan fasilitas bagi anak-anak, karena mereka belum butuh itu. Yang mereka butuhkan adalah kebersamaan dan bonding antara dia dengan kita, orang tuanya sendiri.

Manfaatkan usia emas anak di rumah, dan barulah masukkan anak di sekolah dasar saat usianya sudah mencapai kurang lebih 7 tahun.

Semoga bermanfaat Moms!

-Anggraini-

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.