Takut Naik Pesawat? Ini Solusi untuk Mengatasinya

0
beautynesia.id

Seruni.id – Banyak faktor yang menyebabkan seseorang  takut naik pesawat (aviophobia). Misalnya, dia mungkin pernah mendengar ada suara-suara keras selama penerbangan, mengalami turbulensi dalam penerbangan sebelumnya, atau merasa sakit karena perubahan tekanan di dalam pesawat.

Selain itu, aviophobia juga bisa terjadi jika seseorang memang takut ketinggian, pernah mengalami kecelakaan ketika menggunakan pesawat terbang atau trauma, takut pesawat akan jatuh, atau memang mempunyai ketakutan berada dalam ruangan tertutup (klaustrofobia) yang penuh sesak.

Related image
gulalives.co

Semua faktor tersebut dapat menjadi pemicu yang menimbulkan rasa cemas atau takut naik pesawat. Kamu bisa mengatasinya dengan beberapa tips berikut ini:

Bekali Diri dengan Berbagai Pengetahuan Seputar Pesawat

Jika memang sering cemas, sebaiknya kamu mencari informasi berupa fakta mengenai penerbangan itu sendiri. Otak kita sering berandai-andai sendiri dan membuat kita ketakutan membayangkan berbagai kejadian menakutkan yang mungkin terjadi.

Namun, ketika sudah membekali diri dengan fakta, pikiran buruk tersebut akan sedikit berkurang. Memang tidak bisa menghilang sepenuhnya, tapi mengelolanya menjadi minimum itu lebih baik daripada sepanjang perjalanan kamu diliputi kecemasan.

Antisipasi Kecemasan

Kita dapat berusaha mengelola rasa takut dengan tindakan antisipasi. Hal ini sering dialami semua orang. Kita akan merasa lebih baik jika tahu apa yang perlu dilakukan ketika kekhawatiran itu menjadi nyata.

Namun, kecemasan yang dialami saat terbang tidak selalu akurat dengan prediksi kita. Biasanya apa yang kita cemaskan pun berlalu begitu saja, kenyataannya bahkan terjadi lebih baik dibandingkan asumsi atau bayangan kita.

Bedakan Kecemasan dan Bahaya

Terkadang sulit membedakan respon yang disebabkan oleh takut atau bahaya, karena tubuh bereaksi sama terhadap keduanya. Pastikan bahwa ketakutanmu adalah berupa kecemasan. Kita bisa meyakinkan diri bahwa rasa cemas bukan berarti kita dalam bahaya. Ketika kecemasan dibiarkan, hal ini dapat membuat ketakutan menjadi semakin nyata.

Kenali Bahwa Akal Sehat Terkadang Tidak Masuk Akal

Kecemasan bisa berupa trik yang menipu seakan-akan kita berada di dalam bahaya, padahal kita dalam keadaan yang aman. Kata hati pun akan berkata untuk menghindar dari yang membuat kita cemas.

Jika mengikuti perasaan tersebut, kita justru akan memperkuat kecemasan itu. Melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kecemasan juga bisa dicoba. Hal ini mungkin akan membuat kita merasa tak nyaman, namun kecemasan memang harus dilawan.

Menenangkan Diri Ketika Terjadi Goncangan

Kita harus mengelola kecemasan dengan meyakinkan diri bahwa pesawat sudah didesain sedemikian rupa sehingga mampu bertahan saat turbulensi. Jika selama ini semua baik-baik saja, maka kamu juga bisa melewatinya dengan baik.

Anggap saja turbulensi sebagai goncangan yang kita alami saat berkendara di dalam mobil yang melewati jalanan yang tidak rata. Kita bisa fokus pada hal lain, dibandingkan pada turbulensi.

Lakukan Secara Perlahan

Jika takut pada ketinggian, rasanya tak mungkin kita bisa naik ke bagian paling atas gedung pada hari pertama. Mungkin bisa saja dilakukan, namun mungkin kita akan enggan melihat pemandangan di bawahnya.

Kamu bisa mencobanya perlahan-lahan, bertahap setiap harinya, menaiki lantai demi lantai hingga akhirnya sampai ke atas. Pun ketika takut terbang, apakah rasa panik tersebut datang ketika pertama menginjakkan kaki di bandara? Jika ya, maka kamu bisa ke bandara setiap hari, hanya berkunjung saja, tidak melakukan penerbangan.

Mungkin ini terdengar aneh, fungsi dari terapi ini adalah melihat secara objektif agar tempat tersebut tidak membuat kamu tertekan. Ketika sudah senang berada di sana, kamu mungkin bisa mengatasi semua pikiran saat naik pesawat.

Nikmati Setiap Penerbangan

Ketika mengalami penerbangan utama, kamu bisa kenali asumsi apa saja yang terpikirkan. Suatu saat mendapat kesempatan melakukan penerbangan lagi, kamu bisa lebih tenang. Latihlah otak untuk menjadi kurang peka terhadap pemicu ketakutan yang ada.

Baca Juga: Pesawat-Pesawat Buatan Indonesia Ini Ternyata Banyak Diminati Negara Lain Lho. Harus Bangga Nih!

Takut naik pesawat merupakan salah satu jenis fobia yang cukup umum terjadi. Namun jangan sampai ketakutan yang kamu alami menghalangi kamu untuk bekerja, bepergian, jalan-jalan, atau bersenang-senang ke tempat lain.

Dengan melakukan berbagai cara menghilangkan rasa takut naik pesawat di atas, dan mencari informasi sebaik mungkin mengenai penerbangan, semoga aviophobia yang dirasakan bisa berkurang atau bahkan hilang.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.